CLOSE
  • Akhyar
  • 26 February 2018
  • Visitor
  • Artikel
Pelantikan Kepengurusan HIMA HUKUM UNUSIA dan Public Lecture

Pelantikan Kepengurusan HIMA HUKUM UNUSIA dan Public Lecture

"Re-Konstruksi Organisasi Hima Hukum untuk Membangun Kapasitas Keilmuan Hukum di Indonesia"

 

Jakarta - Hukum Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA)  Jakarta akan menyelenggarakan acara diskusi publik dan pelantikan kepengurusan Hima Hukum Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) Jakarta periode 2018-2019 di Ruang Aula lantai 4 Kampus Nusantara, UNUSIA Jl.  Taman Amir Hamzah 5 Pegangsaan,  Jakarta Pusat. Acara ini akan diselenggarakan besok pada selasa (27/02/2018). Rencananya acara akan dimulai pada pukul 13.00 WIB - selesai.

Menurut ketua panitia, Muhammad Ubadurrahman Al-Alawi mengatakan bahwa, "Acara pelantikan kepengurusan Hima Hukum UNUSIA dan public lectur yang bertema "Re-Konstruksi Organisasi Hima Hukum untuk Membangun Kapasitas Keilmuan Hukum di Indonesia"  ini baru pertama kalinya diselenggarakan dan diharapkan menjadi awal tonggak perjuangan mahasiswa hukum UNUSIA kedepannya." ujarnya.

Rangkaian acara nanti akan dibuka dengan diskusi publik dan akan di hadiri tiga narasumber. Narasumber pertama  ialah Bapak Daniel Zuchron yang menjabat sebagai Anggota Bawaslu Periode (2012-2017). Pria yang kini berusia 41 tahun ini tepatnya dilahirkan di Jakarta, 18 April 1976. Ia menyelesaikan pendidikan S1 Syariah di Fakultas Agama Islam Universitas Islam Malang (UNISMA) Jawa Timur tahun 2001. Ia juga menyelesaikan pendidikan S2 dengan mengambil progam filsafat islam di ICAS-Universitas Paramadina.

Selain itu, ia memang sudah sangat banyak memiliki pengalaman dalam bidang kepemiluan. Ketika menjabat sebagai Komisioner Bawaslu RI Periode (2012-2017) ia bertanggung jawab sebagai Koordinator Divisi Pengawasan. Ia juga pernah terpilih sebagai Koordinator Nasional Jaringan Pendidikan Pemilih Rakyat (JPPR) pada periode kepengurusan 2009-2011 mewakili NU.

Daniel Zuchron juga sering mewakili Bawaslu dalam berbagai event internasional di berbagai negara yang berkaitan dengan kepemiluan. Salah satunya pernah menjadi delegasi Bawaslu RI dalam kunjungan pada pelaksanaan Pemilu Myanmar di bulan November tahun 2015. Dan Mewakili Bawaslu RI dalam penyusunan Bangkok Declaration on Free and Fair Election di Bangkok, Thailand tahun 2012.

Daniel juga Menjadi salah satu Wakil Ketua PP Lakpesdam NU yang membidangi soal pengembangan sumber daya manusia periode kepengurusan 2015-2020. Banyak karya dan Pengalaman Daniel Zuchron yang dipublikasikan maupun tidak dalam hal kepemiluan.

Kedua, Unu Herlambang, SH.,MH., selaku Dosen Hukum UNUSIA. Pak Unu itulah nama panggilan mahasiswa untuk beliau saat di kampus. Pendidikan S1 dan S2 diperoleh dari Fakultas Hukum Universitas Diponegoro Semarang. Ia adalah salah satu dosen hukum di Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia Jakarta (UNUSIA).

Ia juga menjadi peneliti di Satjipto Rahardjo Institute semenjak 2012 dan sejak 2017 terpilih sebagai Direktur de-facto Satjipto Rahardjo Institute periode 2017-2020. Selain sebagai peneliti, Unu Herlambang juga terfokus pada bidang kajian studi hukum pers, hukum tata usaha negara, dan hukum administrasi negara dengan spesialisasi studi mengenai good governance.

Narasumber ketiga yang akan ikut menghadiri ialah Uha Suhaerudin yang menjabat sebagai Sekjen Ikatan Senat Mahasiswa Hukum Indonesia (ISMAHI) periode 2017-2019. Saat terpilih sebagai Sekjen ISMAHI pada kongres ISMAHI yang ke XIII pada (6-8/11/ 2017) di Aula Universitas Pancasila Jakarta. Ia menjadi calon dari Jawa Barat dan perwakilan dari STH Galunggung.

Acara pelantikan ini diselenggarakan sebagai tindak lanjut dari pemilihan ketua dan kepengurusan HIMA Hukum UNUSIA yang Sebelumnya telah dilaksanakan. Nantinya acara ini  akan di hadiri oleh Dosen Hukum UNUSIA dan mahasiswa hukum UNUSIA, khususnya mahasiswa yang akan di lantik menjadi pengurus Hima Hukum UNUSIA. Acara  ini nanti juga terbuka untuk umum bagi siapa saja yang ingin mengikutinya.

Menurut Muhtar Said, SH.,MH., Selaku Kaprodi Hukum UNUSIA mengatakan bahwa kedepannya HIMA Hukum UNUSIA menjadi wadah dan akan melahirkan para aktivis hukum yang memiliki kemampuan yang berkompeten sehingga mampu bersaing. karena di dalam jiwanya terdapat semangat yang membara para pendiri NU.

 "Saya yakin, HIMA Hukum UNUSIA, akan menjadi maestro pergerakan, karena ada ruh para pendiri NU di dalam jiwa para aktivis HIMA Hukum, " demikian ucapnya dengan tegas.

(Alfin M. Surur)