CLOSE
  • Iwan Irawan
  • 29 December 2016
  • Visitor
  • Profil Program Studi
Program Studi S1 Teknik Industri

Teknik Industri adalah suatu bidang keilmuan yang mempelajari bagaimana merancang, mengatur dan mengaplikasikan semua faktor-faktor seperti manusia, mesin, metode, material, lingkungan menjadi suatu sistem dalam lingkup yang berhubungan dengan fungsi pabrik, seperti penelitian dasar, penelitian operasional, pengembangan terhadap suatu produk baru, melalui rekayasa-rekayasa industri, desain produk, perancangan system kerja, perawatan mesin, sistem produksi hingga pada kualitas hingga ke pelayanan purna jual terhadap produk tersebut.

Teknik Industri memiliki ruang lingkup yang sangat luas tidak hanya dalam penelitian dan desain suatu produk yang berhubungan dengan teknologi tetapi juga mencakup aktivitas bisnis contohnya seperti sistem pemasaran yang dijalankan perusahaan, keuangan, pengembangan sumber daya manusia dan lain-lain. Kedua faktor tersebut saling menunjang satu sama lain.

Dalam kondisinya dilapangan, seorang sarjana teknik industri tidak hanya dituntut untuk bisa menjalankan/melaksanakan diatas tetapi juga diharapkan dapat berperan penting dalam suatu pengambilan keputusan sebagai suatu penggagas ide yang mempunyai pengaruh kuat dalam perusahaan.

 

Visi

"Menjadi pusat rujukan yang unggul dalam inovasi teknologi, dan manajemen teknik industri yang tangguh dan populis"

 

Misi

Menyelenggarakan pendidikan tinggi berkualitas dan menhasilkan lulusan cerdas berakhlak mulia yang memiliki kompetensi dan integritas tinggi dalam bidang inovasi teknologi manufaktur dan manajemen industri dengan membangun kerjasama dengan lembaga-lembaga dalam dan luar negeri.

 

Tujuan dan Sasaran

Program Studi Teknik Industri memiliki tujuan:

  1. Menjadi pilihan pertama dan utama bagi para calon mahasiswa dan professional dalam menentukan sumber pengetahuan tentang teknik industri yang berkelas nasional maupun internasional.
  2. Menyiapkan pemimpin dan pelopor di bidang teknologi manufaktur yang mampu melakukan inovasi teknologi dan manajemen teknik industri.
  3. Menghasilkan lulusan di bidang teknik industri yang memiliki pemikiran dan wawasan terbuka, menyeluruh dan terpadu dan dapat diterima (acceptable) dunia industri.
  4. Menghasilkan lulusan yang siap membangun industri manufaktur kerkelanjutan dan berwawasan lingkungan yang siap berperan serta dalam menciptakan inovasi yang berkelanjutan.
  5. Menghasilkan lulusan yang cerdas berakhlak mulia di bidang teknologi manufaktur yang memegang teguh nilai-nilai moral dan etika dalam berbisnis.

Sedangkan sasaran pendidikan pada Program Studi Teknik Industri adalah terbentuknya peningkatan kompetensi lulusan yang memiliki wawasan teknik yang berbasis teknologi manufaktur.

 

Kompetensi

Pendidikan diarahkan untuk dapat menghasilkan lulusan yang memiliki kompetansi yang didasarkan pada potensi sumber daya yang ada dan berorientasi pada kepuasan pengguna dengan tetap mengedepankan keseimbangan lingkungan yang memiliki ekmampuan manajerial yang handal.

Secara rinci kompetensi yang akan dimiliki oleh lulusan Program Studi Teknik Indusatri Universitas Nahdlatul Ulama adalah :

  1. Dapat mengembangkan kemampuan manajerial dalam bidang teknik industri dan implementasinya.
  2. Mampu mengembangkan kepribadian, berpola pikir kritis holistic dan inovatif dalam mengintegrasikan aspek rekayasa (engineering) dan pabrikasi (manufacturing).
  3. Mampu mengembangkan kepekaan (sensitivity) dalam mengenali permaslahan serta pemecahan masalah (problem solving) dalam bidang manufaktur dan engineering.
  4. Mampu membangun jejaring (networking) dalam menumbuhkembangkan jiwa wirausaha (entrepreneurship) yang mandiri dan berkelanjutan.
  5. Mampu menguasai dasar-dasar pengembangan ilmu manajemen dan sistem industri khususnya di bidang manufaktur maupun yang terkait dengannya.
  6. Mampu melakukan quality control atas produk manufaktur terutama pembakuan mutu dan sistem manajemen mutu

 

Sistem Perkuliahan

Pelaksanaan pendidikan di Prodi Teknik Industri UNU dilaksanakan dengan menggunakan Sistem Kredit Semester (SKS), yaitu sebuah sistem yang mengatur perencanaan, penyusunan dan pelaksanaan program pendidikan dengan menggunakan kredit perkuliahan dan kredit praktikum sebagai tolok ukur beban pendidikan.

Besarnya SKS untuk setiap kegiatan pendidikan seperti kuliah, praktikum, penulisan laporan penelitian, seminar dan penulisan tugas akhir (skripsi) ditentukan berdasarkan banyaknya satuan waktu (jam) yang digunakan untuk melaksanakan kegiatan pendidikan tersebut. Besarnya SKS tersebut adalah sebagai berikut:

SKS Kuliah. Satu SKS kuliah setara dengan kegiatan pendidikan selama 3 (tiga) jam dalam satu minggu. Dalam satu semester ada 16 minggu, maka satu SKS sama dengan 48 jam kegiatan pendidikan.

Bagi mahasiswa, tiga jam kegiatan pendidikan dalam satu minggu ( 1 SKS ) dapat terdiri dari 1 jam kuliah yaitu tatap muka terjadwal maupun tidak terjadwal dengan dosen, ditambah satu jam pekerjaan yang direncanakan oleh dosen namun tidak terjadwal misalnya penyelesaian pekerjaan rumah, take home test, penulisan karangan dan sejenisnya.

Bagi dosen, satu SKS dapat terdiri dari satu jam kuliah terjadwal maupun tidak terjadwal, satu jam perencanaan kegiatan bersama mahasiswa dan satu jam lain untuk pengembangan materi subyek kuliah.

SKS Penelitian. Penelitian ini terutama untuk menunjang penyelesaian tugas akhir mahasiswa yaitu penulisan skripsi. Satu SKS penelitian         adalah sebesar 64 – 80 jam dalam satu semester. Dengan demikian penelitian skripsi oleh mahasiswa untuk memperoleh gelar sarjana adalah sebesar 5 sampai 6 SKS.

 

Prospek Lulusan

Berbagai ilmu yang didapatkan seorang mahasiswa jurusan teknik industri menjadikan lulusan jurusan ini memiliki prospek lapangan kerja yang relatif luas. Beberapa peran yang dapat diambil seseorang lulusan jurusan teknik industri dalam berbagai perusahaan diantaranya:

Divisi Produksi

Di dalam Divisi Produksi, merupakan sektor yang paling banyak dimasuki teknik industri terutama dalam menyangkut  proses produksi suatu pabrik. Pengetahuan yang didapat berupa proses produksi seperti mata kuliah Simulasi Sistem, Perancangan Tata Letak Pabrik dan sebagainya. Posisi dalam Divisi Produksi yang dijabat oleh seorang mahasiswa lulusan jurusan teknik industri adalah:

  • Analyst Production yang bertugas mengatur sistem kerja yang efisien dan efektif.
  • Production Head yang bertugas mengatur keseluruhan tim produksi untuk dapat menghasilkan produktivitas kerja yang tinggi dan efisien.

Divisi Engineering

Divisi Engineering bertanggung jawab akan kelancaran mesin-mesin produksi untuk dapat beroperasi sesuai dengan kapasitas mesin tersebut. Di divisi ini seorang mahasiswa lulusan jurusan teknik industri seringkali dipercaya oleh suatu perusahaan untuk menjabat sebagai Head of Engineering.

Divisi PPIC / Gudang (Warehouse)

Mahasiswa lulusan jurusan teknik industri di dalam Divisi PPIC/Gudang ini dipercaya untuk menjabat sebagai Head of PPIC ataupun Head of Warehouse yang merupakan jabatan krusial di dalam suatu industri manufaktur yang bertugas membuat mengatur kebutuhan stock bahan baku untuk produksi. 

Divisi SHE (Safety, Health, and Environment)

Divisi SHE adalah suatu divisi yang bertanggung jawab akan keselamatan dan kesehatan pekerja dan lingkungan tempat suatu industri berdiri. Umumnya seorang mahasiswa lulusan jurusan teknik industri dipercaya untuk menjabat sebagai seorang Health Safety Environment Engineer yang bertugas untuk menganalisis lokasi dan prosedur kerja atas dampak keselamatan dan kesehatan pekerja. 

Divisi Manajemen Sumber Daya Manusia

Divisi Manajemen Sumber Daya Manusia atau nama yang lebih umum dikenal adalah bagian Human Resources Development (HRD). Divisi ini bertanggung jawab di dalam mencari calon pekerja yang dibutuhkan oleh setiap divisi di dalam suatu perusahaan. Hal ini dilakukan agar perusahaan mendapatkan orang yang tepat pada posisi/jabatan yang tepat. 

Divisi Pemeliharaan (Maintenance)

Divisi Pemeliharaan ini mempunyai pekerjaan yang berkaitan erat dengan Divisi Engineering, karena pada umumnya di suatu perusahaan manufaktur kedua divisi ini selalu bekerja sama di dalam memastikan setiap mesin produksi beroperasi dengan kapasitas terbaiknya.  

Divisi Perencanaan Biaya dan Cost Control Engineer

Divisi Perencanaan Biaya dan Cost Control Engineer adalah suatu divisi yang bertanggung jawab di dalam:

  • Membuat kalkulasi biaya, waktu dan tenaga yang diperlukan untuk menjalankan sebuah produksi
  • Memastikan setiap mesin ataupun aset yang akan dibeli oleh perusahaan memiliki jaminan hasil yang menunjang perusahaan dan memberikan profit yang lebih pada perusahaan tersebut. 

Divisi Pengendalian Mutu (Quality Control)

Divisi ini harus dapat memastikan agar barang yang dihasilkan sesuai dengan standar kualitas yang telah diterapkan sebelumnya dan menjaga agar jangan sampai konsumen menerima barang yang tidak sesuai dengan standar kualitas barang yang ditetapkan perusahaan. Umumnya seorang mahasiswa lulusan jurusan teknik industri dipercaya untuk menjabat sebagai Quality Assurance Head

Bidang Sistem Informasi

Sistem Informasi, atau yang lebih dikenal dengan nama IT, sangatlah dibutuhkan di dunia teknologi yang saat ini terus menerus berkembang. Posisi yang umumnya ditempati lulusan Teknik Industri diantaranya adalah IT Supervisor,IT Head, staf/supervisor dalam instalasi sistem informasi, dan bahkan banyak mahasiswa lulusan teknik industri yang berwirausaha di bidang software house atau IT Consultant.

Divisi R & D (R & D Division)

Pekerjaan di divisi Research & Development yang biasa disingkat R & D juga cocok untuk lulusan teknik industri. Salah satu inti utama dalam teknik industri adalah teknik manufaktur dimana ada desain dan pengembangan produk. Lulusan teknik industri lebih cocok untuk manufaktur bagian Research and Development terutama pada produksi mobil, motor dan sejenisnya.

Divisi SCM (SCM Division)

Divisi Supply Chain Management atau biasa disingkat SCM  sangat sistemik dan integrasi yang dimiliki oleh lulusan teknik industri membuat mereka lebih mudah memahami rincian arus produk dari hulu ke hilir, mulai dari titik asal bahan baku sampai produk ditangan konsumen. 

Divisi Lainnya (Purchasing, Marketing dan Lain Sebagainya)

Mahasiswa lulusan jurusan teknik industri dipercaya telah memiliki berbagai pengetahuan yang dibutuhkan oleh perusahaan, tidak hanya pengetahuan di bidang manufaktur, tetapi juga pengetahuan di bidang keuangan, bidang manajemen, dan bidang-bidang lainnya. Contoh divisi lain selain divisi yang telah disebutkan di atas yang membutuhkan mahasiswa lulusan jurusan teknik industri adalah Divisi Sales & Marketing, Divisi Purchasing (Pembelian), Divisi Customer Relationship, Divisi Analyst & Research, Divisi Logistic, dan masih banyak divisi lainnya yang membutuhkan mahasiswa lulusan jurusan teknik industri.