Fajar Erikha, S.Psi, M.Hum ; Dosen Psikologi UNUSIA Raih Penghargaan Sarlito Wirawan Sarwono 2021

Siapa yang nggak tahu dengan bapak Fajar Erikha, S.Psi., M. Hum.? Yapss beliau kemarin menjadi topik pembicaraan hangat di lingkungan keluarga besar UNUSIA, dari tingkat mahasiswa sampai ke birokrasi kampus?

Kenapa demikian? Jawabannya adalah dikarenakan ia baru saja mendapatkan Penghargaan Sarlito Wirawan Sarwono (SWS Award) tahun 2021. Kamu pasti penasaran kan apa itu SWS, apa saja kriteria untuk mendapatkannya dan kenapa sekretaris program studi Psikologi UNUSIA tersebut bisa mendapatkan penghargaan yang katanya sangat bergengsi di kalangan akademisi psikologi muda di Indonesia.

Untuk menjawab rasa penasaran tersebut, admin melakukan wawancara virtual dengan Bapak Fajar Erikha, S.Psi., M. Hum. sang Penerima Penghargaan Sarlito Wirawan Sarwono (SWS Award) tahun 2021.

Cekidoootttttt

Assalamualaikum pak Fajar semoga dalam keadaan sehat selalu. Bagaimana kabarnya pak?

Alhamdulillah sehat, Dwi. Semoga kamu dan teman-teman dalam keadaan sehat walafiat.

Aktivitas sekarang sibuk apa saja pak?

Aktivitas di Unusia untuk urusan Prodi dan membimbing 2 penelitian skripsi mahasiswa. Di luar itu aktif di DASPR serta menyelesaikan kuliah yang sedang ditempuh. 

Sebelumnya, selamat ya pak atas penghargaan Sarlito Wirawan Sarwono 2021 yang baru saja bapak dapatkan…..

Terima kasih apresiasinya.  

Kalau boleh tahu, bapak boleh menjelaskan sedikit tentang Penghargaan Sarlito Sarwono?

Sebenarnya pertanyaan ini lebih pas ditanyakan kepada koki-koki andal di balik penyelenggaraan SWS Award hehehe. Namun saya coba sampaikan sekilas yang diketahui, ya. Sarlito Wirawan Sarwono (SWS) Award merupakan secamam apresiasi terhadap akademisi psikologi muda yang dinilai produktif di bidang psikologi, yang ditunjukkan melalui serangkaian aktivitasnya ilmiah seperti penelitian, diseminasi aktivitas tersebut ke khalayak, serta keaktifan di wadah-wadah ilmiah lainya. Adapun filosofi yang hendak disampaikan dari award ini merujuk pada almarhum Prof. Sarlito yang meskipun di masa tuanya (waktu itu), senantiasa semangat dan energik berkiprah di bidang psikologi. Nah, merujuk ke salah satu tulisan yang diterbitkan KPIN, award ini hendak memberikan apresiasi bagi ilmuan muda yang berusia di bawah 40 tahun, dan dianggap sesuai dengan semangat dan keaktifannya di ranah psikologi[1].

Berapa tahun sekali, penghargaan ini diberikan?

Setahun sekali. Biasanya diadakan pada bulan-bulan di awal setiap tahunnya.

Bagaimana sih pak, alur pemberiaan Penghargaan Sarlito Wirawan Sarwono?

Sepertinya sederhana. Tidak lama pengumuman disampaikan di situs KPIN, dua orang kolega saya di Unusia maupun Division for Applied Social Psychology Research (DASPR) mengirimkan rekomendasi kepada KPIN sehingga KPIN mengirimkan permintaan agar saya mengirimkan CV. Berdasarkan CV yang dikirim, mereka memutuskan nama-nama nominator. Setelah mendapatkan kabar bahwa saya termasuk salah satu dari empat nominator yang ada, panitia SWS Award meminta saya untuk menyiapkan tayangan presentasi singkat yang memuat topik penelitian yang diminati ataupun rangkuman penelitian yang telah/tengah dikaji.  

Adakah kriteria umum dan khusus untuk penerimanya?

Kalau kriteria umum itu akademisi psikologi yang aktif dan berusia tidak lebih dari 40 tahun, sedangkan kriteria khusus saya kurang tahu hehehe.

Ada usaha tertentu nggak sih pak untuk bapak bisa di titik ini dan butuh berapa lama, sehingga bisa mendapatkan pengargaan SWS 2021?

  • Pada 2019 saya juga pernah ikut dan alhamdulillah masuk ke dalam nominator. Hanya saja, sebenarnya waktu itu deg-degan sekali karena mengetahui empat nama nominator lainnya haha (waktu itu penerima penghargaannya adalah Aulia Iskandarsyah, Ph.D [Universitas Padjadjaran] dan Dr. Christiany Suwartono [Unika Atma Jaya], dan dua nominator lainnya yaitu Andrian Liem, Ph.D. [University of Macau], dan Dr. phil. Edo Sebastian Jaya [Universitas Indonesia]. Setelah SWS Award 2019, saya semakin bersemangat untuk ikut Kembali dan menyiapkan diri.
  • Jika diteropong lagi, saya mulai betul-betul serius dan mantap untuk berkiprah di dunia academia ini sejak 2015, saat mulai melanjutkan studi magister dan perdana menulis artikel ilmiah. Beberapa pengalaman seperti penolakan-penolakan atas naskah abstrak ataupun artikel ilmiah yang dikirim, entah berapa kali mengajukan hibah penelitian dan tidak diterima. Ada perasaan sedih dan tidak semangat juga. Namun, selain tetap mendapat dukungan dari lingkungan, saya pun juga berpikir toh ini baru merintis, jadi sangat wajar banyak hal belum yang belum berjalan mulus. Kalau keliru ya akui dan perbaiki. Dan yang terpenting, upayakan untuk tetap konsisten. Ini terdengar mudah diucapkan, ya. Namun, bisa saja sukar untuk dijalankan hehehe.

Bagaimana perasaan bapak setelah mendapatkan penghargaan ini?

Alhamdulillah sangat senang dan puas. Mungkin rasanya seperti kita bisa mengembalikan dalam bentuk lain apa-apa saja yang telah diberikan banyak pihak kepada saya selama menggeluti dunia akademik dan ilmu pengetahuan.

Apa yang akan bapak lakukan setelah mendapatkan penghargaan ini?

Saya pribadi akan kembali melanjutkan rutinitas yang ada, yaitu menyelesaikan studi doktoral, menjalankan Tri Dharma Perguruan Tinggi sebagai dosen tetap di Prodi Unusia, dan menjalankan serta mendesiminasikan hasil program dan penelitian bersama DASPR. Selain itu, saya akan mendukung kolega dan rekan sejawat untuk ikut serta dalam perhelatan SWS Award selanjutnya.

Ada pesan dan kesan nggak pak supaya mahasiswa di UNUSIA, khususnya program studi psikologi termotivasi atas penghargaan besar yang bapak terima?

  • Umumnya, sebuah capaian berkaitan erat dengan ikhtiar yang telah/tengah dilakukan. Oleh karena itu, jika ada cita-cita, upayakan untuk tetap fokus mewujudkannya. Oleng sedikit karena sejumlah hal (masalah pribadi dan lain-lain) itu lazim. Yang terpenting dan sebisa mungkin segerakan bangkit dan mengingat kembali bahwa saat ini kita mempunyai sebuah tujuan yang baik. Jika itu sudah dilakukan, terakhir lalu berdoa kepada-Nya.
  • Bagi teman-teman mahasiswa Unusia, semoga tetap bersemangat menjalani dan menyelesaikan kuliahnya. Sebisa mungkin tetapkan tujuan jangka pendek, menengah, dan Panjang dalam hidup kalian. Tujuan ini bisa saja dimodifikasi di kemudian hari jika dirasa ada hal yang kurang atau tidak relevan. Melalui tujuan, biasanya kita jadi lebih semangat karena sudah jelas arah kita akan ke mana.
  • Mencari lingkungan yang bisa mendukung tujuan dan semangat kita itu penting adanya. Bagaimanapun saya beruntung sekali punya pasangan dan keluarga yang betul-betul mendukung aktivitas akademik saya, tempat kerja dan atasan yang senantiasa mendorong untuk aktif di dalam aktivitas ilmiah, serta guru/promotor yang bisa dijadikan teladan dalam segenap aktivitas Tri Dharma Perguruan Tinggi. 

Baik, terima kasih pak Fajar atas waktunya

Sama-sama, Dwi. Semoga bermanfaat.


[1] Informasi lebih lanjut bisa membaca tulisan ini: https://buletin.k-pin.org/index.php/arsip-artikel/396-sws-award-2019

Sumber : Tim Media dan Kerjasama UNUSIA Jakarta & Fajar Erikha, S.Psi., M. Hum

Related Posts

Instagram @unuindonesia

[elfsight_instagram_feed id=”1″]

Department Contact Info

Bachelor Of Science in Business Administration

1810 Campus Way NE
Bothell, WA 98011-8246

+1-2345-5432-45
bsba@kuuniver.edu

Mon – Fri 9:00A.M. – 5:00P.M.

Social Info

Student Resources

Kampus UNUSIA

Kampus A
Jl. Taman Amir Hamzah No. 5 Jakarta pusat 10430
Telp/Fax: (021) 315 6864 / 390 6501

Kampus B
Jl. Parung Hijau Pondok Udik, Kemang Kab. Bogor
Telp. (0251) 8600 621

Kampus C
Jl. Kedoya Raya Masjid Al-Uchwah II No. 23-24 Kedoya Selatan
Telp. (021) 2258 4214