Dekan FEB Unusia Bertemu Rektor Al-Azhar, Jajaki Kerja Sama Internasional
Humas Unusia
Content Writer
Kairo, Mesir — Dekan Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia), Dr. Muhammad Aras Prabowo, S.E., M.Ak., bertemu dengan Rektor Universitas Al-Azhar Mesir, Prof. Dr. Mahmoud Seddik, pada Kamis (29/10/2026), di Universitas Al-Azhar, Kairo, Mesir. Pertemuan tersebut menjadi bagian dari penjajakan kerja sama internasional dalam bidang pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, dan penguatan tata kelola kelembagaan.
Pertemuan yang berlangsung pukul 10.00–12.00 waktu Kairo itu dihadiri Aras bersama Direktur Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI), Prof. Dr. KH. Ahmad Thib Raya, M.A. Dalam audiensi tersebut, kedua pihak membahas peluang penguatan kolaborasi akademik Indonesia–Mesir, termasuk penjajakan kerja sama FEB Unusia dengan Fakultas Perdagangan Universitas Al-Azhar.
Aras memandang Universitas Al-Azhar sebagai mitra strategis dalam pengembangan pendidikan tinggi yang berwawasan global. Menurutnya, kerja sama internasional perlu diwujudkan melalui program yang memberikan manfaat nyata bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan peningkatan kapasitas sumber daya manusia.
“FEB Unusia memandang Al-Azhar sebagai mitra strategis dalam pengembangan pendidikan tinggi berwawasan global. Kami ingin membangun kolaborasi yang tidak berhenti pada hubungan kelembagaan, tetapi diwujudkan melalui penelitian bersama, pertukaran pengetahuan, dan pengabdian masyarakat internasional,” ungkap Aras.
Ia menambahkan bahwa internasionalisasi perguruan tinggi perlu berjalan seiring dengan penguatan identitas dan nilai-nilai keindonesiaan. Kolaborasi lintas negara diharapkan dapat mendukung peningkatan kualitas akademik sekaligus memperluas jejaring dan daya saing internasional FEB Unusia.
“Perguruan tinggi harus mampu membangun jejaring global tanpa kehilangan identitas dan nilai-nilai keindonesiaan. Kolaborasi ini menjadi bagian dari komitmen FEB Unusia untuk meningkatkan reputasi dan daya saing internasional,” tambahnya.
Rektor Universitas Al-Azhar, Prof. Dr. Mahmoud Seddik, menyambut positif inisiatif penjajakan kerja sama tersebut, khususnya dengan Fakultas Perdagangan. Kesamaan bidang keilmuan ekonomi, akuntansi, dan manajemen dinilai membuka peluang pengembangan kolaborasi akademik yang lebih luas.
“Kami menyambut baik inisiatif FEB Unusia untuk membangun kerja sama dengan Fakultas Perdagangan Universitas Al-Azhar. Kesamaan bidang keilmuan dalam ekonomi, akuntansi, dan manajemen membuka peluang kolaborasi akademik, penelitian bersama, pertukaran pengetahuan, hingga penjajakan program gelar ganda atau *double degree*,” ungkap Mahmoud Seddik.
Selain bertemu dengan rektor, Aras juga melakukan audiensi dengan Prof. Dr. Nahla Sabri Al-Saidi, Kepala Pusat Pengembangan Pendidikan Mahasiswa Asing dan Internasional Al-Azhar. Prof. Nahla juga menjabat sebagai Dekan Fakultas Ilmu-Ilmu Keislaman dan Bahasa Arab bagi Mahasiswa Asing serta Penasihat Grand Syekh Al-Azhar untuk Urusan Mahasiswa Asing. Pertemuan tersebut turut dihadiri Prof. Dr. Syahidah Mas'ad Mar'i, Wakil Dekan Bidang Pascasarjana dan Penelitian Fakultas Ilmu-Ilmu Keislaman dan Bahasa Arab bagi Mahasiswa Asing Universitas Al-Azhar, serta Prof. Dr. KH. Ahmad Thib Raya, M.A., selaku Direktur LAMGAMA.
Audiensi tersebut memperluas pembahasan mengenai pengembangan bahasa Arab, peningkatan kapasitas akademik, penelitian, dan mobilitas internasional mahasiswa. Bagi FEB Unusia, penguasaan bahasa Arab memiliki relevansi dengan pengembangan ekonomi syariah, keuangan Islam, kewirausahaan, serta perkembangan industri halal internasional. Kemampuan ini juga dapat memperluas akses mahasiswa terhadap literatur dan tradisi intelektual Islam yang berkembang di negara-negara berbahasa Arab.
Penjajakan tersebut membuka potensi pengembangan program pelatihan bahasa Arab akademik, seminar internasional, pertukaran pengetahuan, dan kolaborasi penelitian yang mengintegrasikan keilmuan ekonomi modern dengan tradisi intelektual Islam. Pengalaman Al-Azhar dalam pembinaan mahasiswa internasional dan pembelajaran bahasa Arab bagi penutur asing juga menjadi salah satu aspek yang relevan untuk dijajaki dalam pengembangan kapasitas akademik mahasiswa Indonesia.
Rangkaian pertemuan ini menjadi langkah awal bagi FEB Unusia untuk memperluas kemitraan akademik dengan Universitas Al-Azhar, baik dalam bidang ekonomi dan bisnis maupun pengembangan kompetensi bahasa dan keilmuan Islam. Peluang tersebut diharapkan dapat ditindaklanjuti melalui komunikasi kelembagaan dan pembahasan program yang konkret, terukur, serta memberikan manfaat bagi mahasiswa, dosen, dan pengembangan pendidikan tinggi Indonesia.
Upaya ini sejalan dengan komitmen Unusia untuk memperkuat internasionalisasi pendidikan tinggi melalui kolaborasi akademik lintas negara, sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia dengan tetap berlandaskan nilai-nilai keislaman, keindonesiaan, dan pengabdian kepada masyarakat.