PKKMB Unusia 2026 Berakhir, Unusian Muda Didorong Berani Berproses dan Berkembang
Humas Unusia
Content Writer
Bogor, Parung — Rangkaian Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) 2026 yang berlangsung selama tiga hari resmi berakhir, (3/10). Memasuki hari terakhir, mahasiswa baru tidak hanya diajak mengenal lebih jauh kehidupan kampus, tetapi juga didorong untuk berani mengembangkan potensi, peduli terhadap sesama, dan memahami lingkungan akademik yang akan menjadi bagian dari perjalanan mereka selama berkuliah.
Semangat kepedulian sosial hadir melalui Nawasena Peduli, gerakan penggalangan donasi untuk masyarakat terdampak bencana di Nusa Tenggara Timur (NTT) dan Palestina. Dalam gerakan tersebut, Unusia menggandeng LAZISNU sebagai lembaga yang membantu penyaluran donasi.
Unusian muda juga mendapatkan inspirasi dari empat Duta Kampus Unusia, yakni Ajeng Ayu Rahmadanti, Romy Nirwana, Rama Aditya, dan Satriani. Melalui sesi berbagi pengalaman, mereka membahas bagaimana mahasiswa dapat memanfaatkan masa perkuliahan untuk mengembangkan kemampuan, menjaga prestasi, serta berani mengambil peran di lingkungan kampus.
Satriani dan Romy Nirwana menekankan bahwa mahasiswa juga memiliki peran dalam membawa identitas almamater melalui potensi dan kontribusi yang mereka miliki.
“Kita harus berani menyampaikan hal-hal terbaik, lalu menjadi wajah dan wadah kampus Unusia,” ujar Satriani dan Romy Nirwana.
Semangat untuk aktif di luar kelas kemudian berlanjut melalui UKM Expo dan Nawasena Showcase. Mahasiswa baru berkesempatan mengenal berbagai Unit Kegiatan Mahasiswa sekaligus melihat langsung kreativitas dan potensi yang ditampilkan dalam rangkaian tersebut. Kehadiran berbagai ruang ini menjadi bagian dari upaya memperkenalkan bahwa kehidupan mahasiswa di Unusia tidak hanya berlangsung di ruang perkuliahan.
Pada sesi penutupan, Wakil Rektor Akademik dan Kemahasiswaan Unusia, Fatkhu Yasik menekankan bahwa mengenal kampus juga berarti memahami siapa saja yang dapat menjadi tempat mahasiswa mencari pendampingan selama menjalani studi. Ia mendorong mahasiswa baru untuk mengenal Ketua Program Studi dan Sekretaris Program Studi karena keduanya menjadi pintu utama dalam membantu mahasiswa menghadapi berbagai persoalan selama masa perkuliahan.
Di samping itu, mahasiswa juga akan didampingi oleh Dosen Pembimbing Akademik (DPA) yang berperan sebagai orang tua akademik selama empat tahun masa studi. Fatkhu mengingatkan mahasiswa agar tidak ragu berkonsultasi, baik mengenai persoalan akademik maupun hal lain yang membutuhkan pertimbangan.
“Yang paling penting, mahasiswa punya support system sehingga potensi mereka bisa berkembang dengan optimal dan tidak tersesat di tengah perjalanan kuliah,” ujar Fatkhu.
Nawasena Night menjadi rangkaian penutup dan ruang kebersamaan sebelum memasuki kehidupan perkuliahan. Berakhirnya rangkaian PKKMB Unusia 2026 menjadi awal bagi Unusian Muda untuk mulai menjalani kehidupan akademik sebagai bagian dari keluarga besar Unusia.