Unusia bersama UNJ, UIN Jakarta dan Universitas Paramadina Jajaki Kolaborasi Ilmu Sosial Indonesia–Australia bersama Western Sydney University
Humas Unusia
Content Writer
Jakarta - Penjajakan ini mempertemukan akademisi dari Western Sydney University dengan sejumlah perguruan tinggi di Indonesia, yakni Unusia, Universitas Negeri Jakarta, UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, dan Universitas Paramadina. Dari Unusia, Mohammad Hasan Basri, Ph.D. sebagai alumni Universitas Western Sydney turut hadir dalam pertemuan yang menjadi ruang awal untuk memetakan kepakaran, isu strategis, serta bentuk kolaborasi yang dapat dikembangkan secara lintas institusi dan lintas negara.
Kerja sama yang dijajaki memiliki peluang untuk dikembangkan melalui berbagai isu sosial kontemporer, seperti agama dan masyarakat, gerakan sosial dan kepemudaan, komunikasi, kewarganegaraan, serta transformasi sosial. Keragaman latar belakang akademik para peserta membuka ruang bagi pengembangan riset multidisipliner yang dapat mempertemukan perspektif Indonesia dan Australia.
Selain pengembangan riset dan publikasi bersama, pertemuan tersebut juga membahas peluang penyelenggaraan konferensi atau simposium internasional yang dapat dilaksanakan di Indonesia maupun Australia. Jakarta dan Surabaya menjadi sejumlah lokasi potensial di Indonesia, sementara Sydney menjadi salah satu opsi pengembangan forum akademik di Australia.
Bagi Unusia, keterlibatan dalam jejaring akademik internasional tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas kolaborasi dan membuka ruang pertukaran pengetahuan yang lebih luas. Penjajakan ini diharapkan tidak berhenti pada pertemuan awal, tetapi dapat berkembang menjadi kerja sama konkret yang melibatkan dosen, peneliti, maupun mahasiswa dalam agenda riset dan publikasi bersama.
Melalui kolaborasi lintas institusi dan negara, Unusia terus membuka peluang untuk memperkuat ekosistem akademik sekaligus memperluas kontribusi perguruan tinggi dalam pengembangan ilmu sosial yang relevan dengan berbagai persoalan masyarakat di tingkat lokal, nasional, hingga global.