Unusia dan Risalah NU Bahas Kolaborasi Literasi dan Publikasi Akademik

Unusia dan Risalah NU Bahas Kolaborasi Literasi dan Publikasi Akademik

News 5 min read

Unusia dan Risalah NU Bahas Kolaborasi Literasi dan Publikasi Akademik

Author avatar

Humas Unusia

Content Writer

Unusia dan Risalah NU Bahas Kolaborasi Literasi dan Publikasi Akademik

Jakarta — Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) membuka peluang kolaborasi dengan Majalah Risalah NU dalam pengembangan literasi, publikasi, dan ruang bagi sivitas akademika untuk berkontribusi dalam berbagai karya. Pembahasan tersebut berlangsung dalam pertemuan di Ruang Rektor Unusia, Kamis (10/9) pukul 14.00 WIB.

Dalam pertemuan tersebut, dibahas peluang penyediaan ruang khusus bagi perguruan tinggi dalam publikasi Risalah NU, salah satunya melalui rubrik “Suara Mahasiswa”. Rubrik ini dapat menjadi ruang bagi mahasiswa untuk menyampaikan gagasan, pandangan, maupun isu-isu yang berkembang di lingkungan kampus dan masyarakat.

Kolaborasi juga diarahkan pada pengembangan karya ilmiah dan publikasi. Dalam pembahasan tersebut, sivitas akademika Unusia berpeluang terlibat dalam kegiatan penilaian karya ilmiah bersama sejumlah pihak, termasuk asosiasi, Kementerian Agama, dan perguruan tinggi.

Rektor Unusia, Dr. Fariz Alnizar, M.Hum., menyambut baik kedatangan dan inisiatif kolaborasi yang ditawarkan Risalah NU. Ia membuka ruang bagi berbagai program untuk dapat diimplementasikan bersama, termasuk kegiatan akademik seperti kuliah umum maupun kegiatan lainnya dengan memanfaatkan fasilitas yang tersedia di Unusia.

“Kami menyambut baik kedatangan dan niat yang ingin dilakukan. Silakan diimplementasikan dan diberikan program-programnya. Terima kasih atas kedatangannya. Silakan melakukan kuliah umum atau apa pun itu, karena Unusia terbuka untuk mendukung berbagai kegiatan kolaboratif.” ujar Fariz.

Pertemuan tersebut menjadi langkah awal untuk mengembangkan kerja sama yang lebih konkret antara Unusia dan Risalah NU, khususnya dalam bidang literasi, publikasi, karya ilmiah, serta penguatan ruang bagi sivitas akademika untuk berkontribusi dalam diskursus intelektual dan kebudayaan di masyarakat.