Wisuda XII Unusia, 404 Lulusan Melangkah Menuju Dunia Kerja dan Pengabdian

Wisuda XII Unusia, 404 Lulusan Melangkah Menuju Dunia Kerja dan Pengabdian

News • 5 min read

Wisuda XII Unusia, 404 Lulusan Melangkah Menuju Dunia Kerja dan Pengabdian

Author avatar

Humas Unusia

Content Writer

Wisuda XII Unusia, 404 Lulusan Melangkah Menuju Dunia Kerja dan Pengabdian

Jakarta — Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) mewisuda 404 lulusan dalam Wisuda XII yang digelar di Jakarta, Minggu (27/9/2026). Para lulusan berasal dari enam fakultas dan tiga jenjang pendidikan, yakni sarjana, magister, dan doktor.

Dari total tersebut, sebanyak 378 lulusan merupakan program sarjana, 18 lulusan magister, dan delapan lulusan doktor. Lulusan berasal dari FKIP sebanyak 134 orang, FIS 62 orang, FEB 61 orang, FH 57 orang, FIN 56 orang, dan FTIK 34 orang. Kehadiran lulusan pada jenjang magister dan doktor turut menjadi bagian dari penguatan pendidikan lanjutan di Unusia, khususnya dalam pengembangan keilmuan Islam Nusantara.

Rektor Unusia Dr. Fariz Alnizar, M.Hum., menyampaikan bahwa capaian tersebut tidak hanya menunjukkan perkembangan jumlah lulusan, tetapi juga menggambarkan upaya Unusia dalam memperluas akses pendidikan tinggi. Sebanyak 221 lulusan atau 54,7 persen merupakan perempuan, sementara 183 lainnya atau 45,3 persen merupakan laki-laki. Para lulusan juga datang dari berbagai daerah, mulai dari Jakarta dan wilayah sekitarnya hingga Merauke, Papua. Keberagaman tersebut menjadi bagian dari semangat Unusia dalam menghadirkan pendidikan tinggi yang terbuka dan berlandaskan nilai Ahlussunnah wal-Jamaah an-Nahdliyyah.

Di hadapan para wisudawan, Fariz mengingatkan agar nilai keislaman tidak berhenti sebagai pengetahuan selama menempuh pendidikan, tetapi tetap menjadi pijakan ketika para lulusan memasuki kehidupan profesional. Nilai-nilai ke-NU-an, menurutnya, perlu diinternalisasi dan tercermin dalam perilaku sehari-hari.

“Jangan pernah melepaskan jangkar Islam Aswaja. Di kampus diajar ke-NU-an, menginternalisasi nilai-nilai ke-NU-an. Jadikan ini sebagai everyday life, kultur, ritual yang tidak kita tinggalkan yang tercermin dalam perilaku kita,” ujar Fariz.

Fariz juga menyoroti berbagai capaian mahasiswa dan lulusan Unusia dalam bidang akademik maupun nonakademik, mulai dari kompetisi nasional, penelitian, publikasi, hingga prestasi di tingkat internasional. Menurutnya, capaian tersebut merupakan bagian dari proses penguatan mutu akademik sekaligus menunjukkan ruang bagi mahasiswa Unusia untuk berkembang dan berkontribusi di berbagai bidang.

Sejalan dengan arah pengembangan Unusia periode 2026–2030, penguatan bidang akademik juga terus dilakukan melalui rintisan rumpun kesehatan, seperti Rekam Medis Digital, Keselamatan Kerja, dan Ilmu Gizi. Unusia juga mendorong pengembangan teknologi melalui kecerdasan buatan dan robotika sebagai bagian dari respons terhadap perkembangan kebutuhan pendidikan tinggi.

Ketua Badan Pelaksana Penyelenggara (BPP) Unusia, Juri Ardiantoro, dalam kesempatan yang sama mengingatkan bahwa lulusan tidak cukup hanya mengandalkan capaian akademik. Setelah menyelesaikan pendidikan, para lulusan perlu siap memasuki dunia kerja sekaligus mengambil peran dalam kehidupan masyarakat.

“Unusia tidak hanya menyiapkan lulusan dengan kemampuan akademik, tetapi juga membekali mereka agar mampu menghadapi dunia kerja dan mengambil peran di tengah masyarakat,” ujar Juri.

Sementara itu, perwakilan LLDikti Wilayah III, Wiji Murdoko, menekankan pentingnya integritas, kejujuran, dan etika sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari perjalanan profesional para lulusan. Menurutnya, pengalaman profesional perlu dijalani dengan ketelitian dan tanggung jawab, sementara karakter dan adab menjadi bagian penting dalam membangun kepercayaan di tengah masyarakat.

“Integritas adalah mantra yang paling berharga. Karakter dan adab yang membawa kita menjadi yang terbaik di masyarakat,” ujar Wiji.

Wiji juga mengingatkan bahwa perjalanan profesional tidak selalu berlangsung mulus. Karena itu, para lulusan perlu memiliki keberanian dalam menghadapi tantangan, menyelesaikan pekerjaan secara tuntas dan teliti, serta terus mengembangkan kemampuan lain sebagai bekal menghadapi berbagai situasi dalam kehidupan profesional.

Anggota BPK RI H. Fathan Subchi turut menyoroti perjuangan perguruan tinggi swasta dalam menjalankan perannya di bidang pendidikan. Menurutnya, perguruan tinggi swasta memiliki kontribusi dalam memperluas akses pendidikan tinggi dan menjalankan amanat mencerdaskan kehidupan bangsa.

“Kampus swasta bekerja keras dengan survival dan kerja kerasnya, kami BPK terus mendorong agar APBN tidak berpihak ke negeri saja,” ujar Fathan.

Wisuda XII menjadi bagian dari perjalanan Unusia dalam memperkuat pendidikan tinggi yang memadukan pengembangan ilmu, nilai keislaman, dan pengabdian kepada masyarakat. Sebanyak 404 lulusan yang diwisuda diharapkan dapat melanjutkan langkahnya dengan membawa ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama menempuh pendidikan di Unusia ke berbagai ruang pengabdian.