Raker Unusia 2026 Bahas Arah Baru dan Strategi Transformasi Kampus
Humas Unusia
Content Writer
Bekasi — Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) menggelar Rapat Kerja (Raker) 2026 di Pusat Pengembangan SDM KHIT, Bekasi, Rabu (23/9). Mengusung agenda penyelarasan arah kebijakan dan rencana kerja, Raker menjadi ruang bagi jajaran universitas untuk memperkuat tata kelola sekaligus menyusun langkah strategis Unusia periode 2026–2030.
Dalam penyampaian bertajuk “Unusia Masa Depan: Akselerasi, Kolaborasi, Transformasi”, Rektor Unusia Fariz Alnizar memaparkan arah pengembangan universitas setelah melewati fase konsolidasi kelembagaan 2021–2025. Unusia diarahkan menjadi universitas unggul dalam pengembangan masyarakat berbasis sains di tingkat internasional dengan karakter Ahlussunnah wal Jama'ah An-Nahdliyyah. Arah tersebut ditopang oleh penguatan pengembangan masyarakat, inovasi sosial berbasis sains, karakter Aswaja, serta transformasi digital.
Menurut Fariz, arah baru Unusia tidak berhenti pada penyusunan kebijakan dan target kelembagaan, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh unsur universitas untuk menerjemahkannya menjadi kerja bersama.
“Arah baru Unusia bukan hanya tentang ke mana kita ingin pergi, tetapi bagaimana kita bersama-sama membangun dan mewujudkan Unusia ke depan,” ujarnya.
Dalam paparannya, Fariz menjelaskan bahwa fase 2026–2030 menjadi momentum untuk menggeser orientasi Unusia dari sekadar kampus pengajaran menuju universitas yang lebih kuat dalam pengembangan masyarakat dan riset sosial-keagamaan. Transformasi tersebut juga diarahkan melalui penguatan inovasi sosial berbasis sains, karakter Ahlussunnah wal Jama'ah An-Nahdliyyah, serta ekosistem digital yang terintegrasi.
Sejumlah strategi transformasi kemudian disiapkan, mencakup penguatan kelembagaan dan governansi, pengembangan akademik dan kurikulum, riset dan inovasi sosial, branding dan penerimaan mahasiswa baru, pengembangan mahasiswa dan alumni, serta penguatan jejaring nasional dan global. Strategi tersebut antara lain diarahkan pada pengembangan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), penguatan riset unggulan, transformasi digital, perluasan kemitraan, hingga peningkatan internasionalisasi Unusia.
Memasuki sesi teknis, Raker juga diisi dengan kontrak kinerja unit kerja dengan Rektor, sosialisasi Ortaker, serta soft launching platform SIANJAS (Sistem Informasi Akuntabilitas Kinerja Universitas). Peluncuran awal sistem tersebut menjadi bagian dari penguatan tata kelola berbasis digital dan kemudian dilanjutkan dengan coaching pengisian Rencana Operasional (Renop) melalui sistem. Peserta dari masing-masing unit kerja mendapatkan pendampingan teknis untuk menerjemahkan rencana kerja ke dalam sistem sebagai bagian dari proses penyusunan Renop 2026.
Pada sesi malam, Ketua BPP Unusia Juri Ardiantoro memberikan arahan agar rencana yang disusun tidak berhenti sebagai dokumen, tetapi memiliki ukuran dan menghasilkan dampak nyata bagi perkembangan universitas.
“Semoga raker bukan hanya penting buat ke depan, tapi bagaimana bisa dikerjakan dan ada dampaknya. Tidak hanya membangun mimpi dan rencana tanpa ada ukuran yang kita buat,” ujar Juri.
Juri juga menekankan pentingnya membangun keberlanjutan Unusia secara bersama-sama melalui penguatan identitas kampus, penerimaan mahasiswa baru yang berlangsung secara berkelanjutan, serta hubungan yang semakin erat antara pendidikan dan kebutuhan dunia kerja. Pengembangan kurikulum, menurutnya, perlu diarahkan agar mahasiswa memiliki keterampilan yang relevan melalui pengalaman praktik, magang, pemetaan talenta, dan penguatan jejaring dengan pemerintah maupun sektor swasta. Dengan demikian, Unusia tidak hanya menghasilkan lulusan, tetapi juga sarjana yang memiliki kesiapan untuk memasuki dunia kerja dan berkontribusi di tengah masyarakat.
Melalui Raker 2026, Unusia menegaskan komitmennya untuk menyatukan arah kebijakan, target, dan kerja seluruh unsur universitas. Semangat akselerasi, kolaborasi, dan transformasi diharapkan menjadi pijakan bersama dalam membangun Unusia yang semakin kuat, adaptif, dan memberikan dampak bagi masyarakat.