Raker Unusia, Prof. Marsudi Wahyu Kisworo Dorong Transformasi PTS Berbasis Mutu

Raker Unusia, Prof. Marsudi Wahyu Kisworo Dorong Transformasi PTS Berbasis Mutu

News • 5 min read

Raker Unusia, Prof. Marsudi Wahyu Kisworo Dorong Transformasi PTS Berbasis Mutu

Author avatar

Humas Unusia

Content Writer

Raker Unusia, Prof. Marsudi Wahyu Kisworo Dorong Transformasi PTS Berbasis Mutu

Jakarta — Perguruan Tinggi Swasta (PTS) perlu melakukan transformasi strategis untuk menghadapi perubahan lanskap pendidikan tinggi yang semakin dinamis. Hal tersebut disampaikan Prof. Dr. Ir. Marsudi Wahyu Kisworo, IPU, ASEANEng, ACPE, dalam rangkaian Rapat Kerja Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) pada Kamis (24/9).

Dalam pembekalannya bertajuk “Transformasi Strategis PTS: Membangun Kampus Unggul Berbasis Mutu”, Prof. Marsudi menyoroti berbagai tantangan yang dihadapi PTS, mulai dari persaingan mendapatkan mahasiswa, perubahan perilaku generasi muda, hingga tuntutan terhadap relevansi lulusan dengan kebutuhan dunia kerja. Menurutnya, tantangan tersebut tidak cukup dijawab melalui strategi pemasaran semata, tetapi perlu direspons melalui penguatan mutu akademik dan sistem kelembagaan.

Ia mendorong PTS untuk tidak berhenti pada orientasi survival, tetapi membangun institusi yang memiliki daya saing melalui sistem penjaminan mutu yang berjalan secara konsisten. Salah satu fondasi yang ditekankan adalah penerapan siklus Penetapan, Pelaksanaan, Evaluasi, Pengendalian, dan Peningkatan (PPEPP) secara berkelanjutan sebagai bagian dari budaya peningkatan mutu.

“Mutu adalah benteng akhir. Dengan kepemimpinan yang baik, sistem dan manajemen yang kuat, kita harus menjaga integritas dan keberlanjutan. Kalau hak sudah dipenuhi, maka kewajiban juga harus diberikan dengan lebih baik. Perguruan tinggi harus terus membangun kualitas, karena yang kita bangun bukan hanya institusi hari ini, tetapi keberlanjutannya.”

Selain penguatan sistem mutu, Prof. Marsudi menekankan pentingnya digitalisasi dalam pengelolaan perguruan tinggi. Sistem digital dapat digunakan untuk merekam aktivitas akademik secara lebih terintegrasi, menyediakan data yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan, sekaligus memperkuat kesiapan institusi dalam memenuhi kebutuhan akreditasi dan pelaporan pendidikan tinggi.

Pada aspek pembelajaran, ia juga mendorong perguruan tinggi melakukan pembaruan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE), dengan penguatan metode Project-Based Learning (PjBL) dan Case Method. Menurutnya, kurikulum perlu terus disesuaikan agar pembelajaran tidak berhenti pada proses akademik, tetapi menghasilkan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan masyarakat dan dunia kerja.

Prof. Marsudi turut menempatkan kepemimpinan sebagai bagian penting dalam proses transformasi. Rektor, menurutnya, memiliki peran strategis dalam memastikan mutu menjadi tanggung jawab seluruh unsur perguruan tinggi, didukung pengambilan keputusan berbasis data, integritas akademik, serta sistem organisasi yang tidak bergantung pada satu figur.

Pembekalan tersebut menjadi bagian dari rangkaian Raker Unusia yang pada hari yang sama dilanjutkan dengan presentasi dan penetapan Rencana Operasional (Renop) lembaga, fakultas, biro, dan unit untuk tahun 2026. Melalui rangkaian tersebut, Unusia memperkuat komitmen untuk membangun tata kelola dan sistem kerja yang mendukung pengembangan institusi secara berkelanjutan.