Rektor Unusia Soroti Penguatan Riset dan Kolaborasi Kampus PTNU
Humas Unusia
Content Writer
Yogyakarta — Penguatan mutu akademik, riset, dan kolaborasi menjadi salah satu agenda penting dalam arah pengembangan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) ke depan. Hal tersebut turut menjadi pembahasan dalam pertemuan pimpinan PTNU yang dihadiri Rektor Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia), Dr. Fariz Alnizar, di Universitas Nahdlatul Ulama Yogyakarta (UNU Jogja), Jumat (30/10).
Pertemuan tersebut membahas perumusan langkah strategis dan program pengembangan PTNU untuk periode 2026–2031. Fariz menjelaskan bahwa pembahasan tidak hanya berfokus pada penyusunan agenda bersama, tetapi juga pada pentingnya menyelaraskan visi dan memperkuat sinergi di antara perguruan tinggi NU.
“Agenda utama pertemuan ini adalah merumuskan langkah-langkah strategis dan program pengembangan PTNU 2026–2031, dengan fokus pada penyelarasan visi dan penguatan sinergi antarperguruan tinggi NU,” jelas Fariz.
Menurutnya, PTNU perlu terus meningkatkan kapasitas kelembagaan agar mampu menjawab tantangan pendidikan tinggi yang semakin kompetitif. Penguatan mutu akademik, kapasitas riset, dan inovasi menjadi hal yang perlu mendapat perhatian, sehingga perguruan tinggi NU tidak hanya berkembang secara institusional, tetapi juga memiliki kontribusi lebih besar terhadap pengembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat.
“Ke depan, PTNU perlu memperkuat mutu akademik, kapasitas riset, inovasi, dan daya saing agar dapat memberikan kontribusi yang lebih besar bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan masyarakat,” ujarnya.
Bagi Unusia, forum tersebut juga membuka ruang untuk memperluas kerja sama dengan perguruan tinggi NU lainnya. Fariz menyebut sejumlah peluang yang dapat dikembangkan, mulai dari riset bersama, pertukaran dosen dan mahasiswa, pengembangan program akademik, hingga pemanfaatan sumber daya dan jejaring antarkampus. Kolaborasi tersebut dapat menjadi salah satu langkah untuk memperkuat kapasitas akademik sekaligus memperluas kontribusi Unusia.
Fariz menekankan bahwa pembahasan di tingkat forum perlu diterjemahkan menjadi langkah konkret di masing-masing perguruan tinggi. Di Unusia, salah satu tindak lanjut yang perlu dilakukan ialah menyelaraskan program pengembangan universitas dengan agenda strategis PTNU 2026–2031.
“Harapannya, hasil pertemuan ini tidak berhenti sebagai gagasan, tetapi dapat ditindaklanjuti menjadi program nyata di Unusia,” ungkapnya.
Pertemuan pimpinan PTNU tersebut berlangsung dalam rangkaian kegiatan pelepasan Ketua dan Pengurus Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU) masa khidmah 2021–2026. Kehadiran Unusia dalam forum ini menjadi bagian dari upaya memperkuat jejaring dan sinergi dengan perguruan tinggi NU, sekaligus mendorong pengembangan kampus yang selaras dengan arah strategis PTNU.