FEB Unusia Gelar PKM Internasional di Mesir, Bahas Literasi Keuangan dan Adaptasi Sosial

FEB Unusia Gelar PKM Internasional di Mesir, Bahas Literasi Keuangan dan Adaptasi Sosial

News • 5 min read

FEB Unusia Gelar PKM Internasional di Mesir, Bahas Literasi Keuangan dan Adaptasi Sosial

Author avatar

Humas Unusia

Content Writer

FEB Unusia Gelar PKM Internasional di Mesir, Bahas Literasi Keuangan dan Adaptasi Sosial

Kairo, Mesir — Fakultas Ekonomika dan Bisnis (FEB) Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) melaksanakan kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) Internasional melalui kolaborasi dengan Pendidikan Kader Ulama Masjid Istiqlal (PKUMI) pada 28 September 2026. Kegiatan yang berlangsung di kawasan Al Mahdi Ibn Baraka, Nasr City, Kairo, Mesir, ini melibatkan 54 mahasiswa Indonesia.

Kegiatan bertajuk “Peningkatan Kapasitas Mahasiswa Indonesia di Kairo dalam Konteks Sosial Masyarakat Mesir dan Tata Kelola Keuangan serta Transaksi Internasional” tersebut merupakan bagian dari upaya FEB Unusia mengembangkan pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi di tingkat internasional, khususnya melalui pengabdian masyarakat berbasis penguatan kapasitas sumber daya manusia, literasi keuangan, dan pemahaman sosial lintas budaya.

Dekan FEB Unusia, Dr. Muhammad Aras Prabowo, S.E., M.Ak., menegaskan bahwa pengabdian masyarakat tidak terbatas pada wilayah geografis Indonesia. Menurutnya, perguruan tinggi juga perlu menghadirkan kontribusi yang relevan bagi masyarakat Indonesia yang tinggal dan menempuh pendidikan di luar negeri.

“Pengabdian masyarakat tidak boleh berhenti pada batas geografis Indonesia. FEB Unusia harus mampu menghadirkan ilmu pengetahuan yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat Indonesia di berbagai negara, termasuk mahasiswa yang menempuh pendidikan di Mesir,” ujar Aras.

Ia menjelaskan bahwa mahasiswa Indonesia yang belajar di luar negeri menghadapi tantangan dalam mengelola keuangan, mulai dari perbedaan sistem perbankan dan biaya hidup hingga fluktuasi nilai tukar serta mekanisme transaksi internasional. Karena itu, pemahaman mengenai perencanaan anggaran, tata kelola keuangan, keamanan transaksi digital, dan risiko nilai tukar menjadi bekal penting untuk mendukung kemandirian mahasiswa selama menjalani studi.

“Kami mendorong mahasiswa memahami tata kelola keuangan, perencanaan anggaran, keamanan transaksi digital, serta risiko nilai tukar. Literasi keuangan bukan hanya keterampilan ekonomi, tetapi juga bagian dari pembentukan karakter yang mandiri, disiplin, dan akuntabel,” tambahnya.

Direktur PKUMI, Prof. Dr. KH. Ahmad Thib Raya, M.A., menyoroti pentingnya mengintegrasikan pendidikan keislaman dengan kemampuan memahami realitas sosial dan ekonomi masyarakat global. Menurutnya, calon ulama perlu memiliki pemahaman keagamaan yang mendalam sekaligus kemampuan membaca persoalan sosial dan ekonomi yang berkembang di masyarakat.

“Calon ulama harus memiliki kedalaman ilmu agama sekaligus kemampuan membaca persoalan sosial dan ekonomi. Kolaborasi PKUMI dengan FEB Unusia merupakan langkah penting untuk membangun kader ulama yang berwawasan luas dan mampu menjawab tantangan zaman,” jelasnya.

Sementara itu, Muhammad Amin Bukhari, mahasiswa doktoral Tafsir Universitas Al-Azhar Kairo, membahas karakter sosial masyarakat Mesir, termasuk budaya komunikasi, tradisi akademik, dan tantangan adaptasi yang dihadapi mahasiswa Indonesia. Pemahaman terhadap lingkungan sosial setempat dinilai penting untuk membantu mahasiswa menjalani kehidupan akademik dan bermasyarakat selama berada di Mesir.

“Kemampuan beradaptasi dengan masyarakat Mesir menjadi modal penting bagi keberhasilan studi. Mahasiswa perlu memahami karakter budaya lokal tanpa meninggalkan identitas dan nilai-nilai keindonesiaan,” ungkap Amin.

Melalui kegiatan ini, FEB Unusia memperkuat peran pengabdian masyarakat sebagai bagian dari pelaksanaan tridarma perguruan tinggi di tingkat internasional. Kolaborasi dengan PKUMI juga membuka ruang sinergi antara keilmuan ekonomi dan akuntansi, tata kelola keuangan, serta pendidikan keislaman dalam menjawab kebutuhan mahasiswa Indonesia di luar negeri.