Dua Dosen Unusia Lolos Beasiswa Indonesia Bangkit, Perkuat Pengembangan Akademik

Dua Dosen Unusia Lolos Beasiswa Indonesia Bangkit, Perkuat Pengembangan Akademik

News • 5 min read

Dua Dosen Unusia Lolos Beasiswa Indonesia Bangkit, Perkuat Pengembangan Akademik

Author avatar

Humas Unusia

Content Writer

Dua Dosen Unusia Lolos Beasiswa Indonesia Bangkit, Perkuat Pengembangan Akademik

Jakarta — Dua dosen Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia), Maisaroh Harahap, M.A. dan Nur Setyaningrum, M.S.I., lolos sebagai penerima Bantuan Biaya Penyelesaian Pendidikan Doktor Dalam Negeri melalui program Beasiswa Indonesia Bangkit (BIB) yang diselenggarakan Kementerian Agama bekerja sama dengan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP). Capaian ini menjadi kabar baik bagi Unusia sekaligus mendukung pengembangan kapasitas akademik dosen di lingkungan universitas.

Maisaroh merupakan dosen Program Studi Ahwal Syakhshiyah/Hukum Keluarga, Fakultas Hukum, sedangkan Nur Setyaningrum berasal dari Program Studi Pendidikan Agama Islam, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan. Keduanya berkomitmen menyelesaikan studi doktoral dan mengembangkan keilmuan masing-masing agar dapat memberikan manfaat bagi mahasiswa, universitas, dan masyarakat.

Maisaroh menyampaikan bahwa bantuan tersebut sangat berarti dalam mendukung penyelesaian pendidikan doktoralnya. Ia berkomitmen menuntaskan disertasi dengan sebaik mungkin sesuai target, sekaligus mengembangkan kajian hukum keluarga Islam agar semakin relevan dengan persoalan masyarakat.

“Saya ingin ilmu yang saya tekuni, khususnya hukum keluarga Islam, semakin dekat dengan persoalan yang dihadapi masyarakat dan dapat memperkaya materi yang saya ajarkan kepada mahasiswa,” ujar Maisaroh.

Ia berharap bantuan tersebut dapat membantunya lebih fokus pada penelitian dan meningkatkan kontribusinya setelah menyelesaikan studi. Selain mendampingi mahasiswa dengan lebih baik, ia ingin lebih aktif menghasilkan penelitian yang bermanfaat serta berkontribusi dalam pengembangan Unusia melalui karya dan kerja sama akademik.

Senada dengan Maisaroh, Nur Setyaningrum memaknai bantuan Beasiswa Indonesia Bangkit sebagai amanah sekaligus dukungan untuk menuntaskan studi doktoral yang telah dijalaninya. Ia berkomitmen menghasilkan disertasi yang tidak hanya memenuhi persyaratan akademik, tetapi juga memberikan manfaat nyata bagi lingkungan kampus.

“Saya berkomitmen berusaha mengembangkan bidang keilmuan yang saya tekuni agar dapat berkontribusi dalam penguatan keilmuan di Unusia, baik melalui penelitian, publikasi ilmiah, maupun pengabdian kepada masyarakat,” ungkap Nur.

Nur berharap kesempatan tersebut dapat mendukung pengembangan dirinya sebagai dosen dan peneliti yang lebih produktif. Ia juga ingin mengembalikan ilmu dan pengalaman yang diperoleh selama studi untuk kemajuan Unusia, khususnya dalam peningkatan kualitas tridarma perguruan tinggi dan pengembangan keilmuan yang berakar pada nilai-nilai keislaman dan keindonesiaan.

Wakil Rektor Bidang Akademik dan Kemahasiswaan Unusia, Fatkhu Yasik, menyambut baik capaian kedua dosen tersebut. Menurutnya, keberhasilan ini menunjukkan daya saing dosen Unusia dalam memperoleh dukungan untuk menyelesaikan pendidikan doktoral.

“Lolosnya dosen ini tentu kabar gembira bagi Unusia. Hal ini menandakan dosen-dosen Unusia cukup kompetitif, dibuktikan dengan lolosnya sebagai penerima bantuan penyelesaian studi program doktor dari Kementerian Agama,” ujarnya.

Fatkhu berharap Maisaroh dan Nur dapat menjaga amanah bantuan tersebut dengan menyelesaikan studi tepat waktu. Ia menilai keilmuan keduanya sangat dibutuhkan oleh program studi tempat mereka bernaung sehingga penyelesaian studi doktoral diharapkan turut memperkuat kapasitas akademik dan pengembangan keilmuan di Unusia.

Unusia terus mendorong pengembangan kualitas sumber daya manusia akademik sebagai bagian dari upaya memperkuat pendidikan tinggi. Melalui peningkatan kualifikasi dosen dan pengembangan keilmuan yang berkelanjutan, Unusia diharapkan semakin mampu meningkatkan kualitas pendidikan, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat.