Unusia Gelar Asesmen Calon Pejabat Struktural Periode 2026–2030

Unusia Gelar Asesmen Calon Pejabat Struktural Periode 2026–2030

News 5 min read

Unusia Gelar Asesmen Calon Pejabat Struktural Periode 2026–2030

Author avatar

Humas Unusia

Content Writer

Unusia Gelar Asesmen Calon Pejabat Struktural Periode 2026–2030

Jakarta – Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) menggelar asesmen calon pejabat struktural periode 2026–2030 pada 13–14 Agustus 2026 di Aula Jakoeb Oetama, Lantai 4 Unusia. Kegiatan yang dimulai pukul 09.00 WIB ini menjadi bagian dari proses pemetaan calon pejabat struktural sebagai bahan pertimbangan dalam menentukan penempatan sesuai dengan kebutuhan organisasi.

Dalam sambutannya, Rektor Unusia, Fariz Alnizar, menegaskan bahwa asesmen tidak ditujukan untuk mencari siapa yang paling unggul, melainkan melihat individu yang paling sesuai dengan visi, misi, serta arah pengembangan Unusia.

“Asesmen ini bukan untuk melihat yang paling baik hasilnya, tapi melihat yang sesuai dengan visi misi arah kita,” ujar Fariz.

Fariz mengatakan bahwa Unusia menghadapi tantangan yang terus berubah sehingga membutuhkan sumber daya manusia yang mampu beradaptasi dengan tuntutan baru. Dalam arah kepemimpinannya, ia mendorong Akselerasi, Kolaborasi, dan Transformasi sebagai bagian dari upaya membawa Unusia berkembang dan mampu menghadapi berbagai perubahan.

Menurutnya, calon pejabat struktural nantinya diharapkan mampu bekerja dengan pola yang baik, membangun kolaborasi antarunit, bersikap inklusif, serta mampu mengambil keputusan dalam situasi penuh tekanan.

“Yang paling mampu bertahan bukan yang paling kuat, tapi yang paling mudah beradaptasi,” katanya.

Fariz menambahkan bahwa proses tersebut merupakan ikhtiar bersama untuk mencari pemimpin yang tidak hanya mampu mengelola unit kerja, tetapi juga memiliki kapasitas untuk memimpin. Hal tersebut penting agar setiap posisi struktural dapat diisi oleh individu yang memiliki kesesuaian dengan tanggung jawab dan kebutuhan masing-masing unit.

Rangkaian kegiatan dilanjutkan dengan asesmen psikologi bagi para calon pejabat struktural. Psikolog Unusia, Esty Arista Sari, menjelaskan bahwa asesmen psikologi bukan untuk menentukan siapa yang benar atau salah, melainkan menjadi bagian dari proses untuk melihat kesesuaian peserta dengan posisi yang akan ditempati.

“Harapannya nanti bapak ibu bisa ditempatkan di tempat yang sesuai dengan kemampuan dan potensi masing-masing,” ujarnya.

Berbagai tahapan asesmen psikologi dilakukan, tes tulis, gambar dan wawancara. Melalui proses tersebut, hasilnya dipetakan sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam menentukan penempatan yang sesuai dengan karakteristik dan kebutuhan masing-masing posisi.

Asesmen calon pejabat struktural ini diharapkan dapat mendukung proses penataan struktur organisasi Unusia secara lebih tepat, sehingga setiap individu dapat menjalankan peran dan tanggung jawab sesuai dengan posisi yang ditempatinya.