Penerjunan KKN 2026: Unusia Dorong Mahasiswa Jadi Duta di Masyarakat
Humas Unusia
Content Writer
Bogor – Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) menerjunkan 252 mahasiswa dalam pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata (KKN) 2026. Para mahasiswa akan ditempatkan di 11 desa selama 11 Agustus hingga 3 Oktober 2026 untuk melaksanakan pengabdian sekaligus belajar langsung bersama masyarakat.
Penerjunan KKN berlangsung di Laboratorium Unusia, Parung, Bogor. Dalam laporan penerjunan, Unu Herlambang menyampaikan bahwa seluruh mahasiswa peserta KKN akan menjalankan program di desa-desa yang telah ditentukan selama periode pelaksanaan.
Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) Unusia, Muhammad Nurul Huda, mengatakan pelaksanaan KKN terus dievaluasi agar dapat memberikan dampak yang semakin baik bagi masyarakat. Ia juga mendorong mahasiswa memanfaatkan aset dan media digital sebagai bagian dari program edukasi dan pemberdayaan masyarakat.
“Kami selalu mengevaluasi KKN supaya dapat memberikan dampak yang lebih baik untuk masyarakat. Media digital asset ini bisa menjadi sebuah program untuk menampilkan dan mengedukasi masyarakat,” ujar Muhammad Nurul Huda.
Rektor Unusia, Fariz Alnizar, berpesan kepada mahasiswa agar menjadikan KKN sebagai ruang untuk belajar sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat. Menurutnya, membangun desa tidak semata-mata berarti membangun infrastruktur, tetapi juga memahami dan mengembangkan potensi yang telah ada di tengah masyarakat.
“Bawa nama baik Unusia, berbuatlah baik di desa-desa nanti, karena membangun desa tidak semudah yang dibayangkan. Membangun desa bukan membangun infrastruktur, tapi membangun sesuatu yang sudah ada di dalam,” kata Fariz.
Ia juga mendorong mahasiswa untuk menyerap pengalaman, pengetahuan, dan berbagai insight dari masyarakat selama menjalankan KKN. Menurut Fariz, mahasiswa yang terjun ke desa membawa wajah Unusia sehingga perlu mampu menjadi duta yang mencerminkan nilai-nilai universitas sekaligus berkontribusi bagi pengembangan Unusia di masa mendatang.
“Jadilah duta-duta yang benar-benar mampu membawa wajah Unusia di depan masyarakat. Tidak hanya menambah nilai baik di mata Unusia, tetapi menjadi kader-kader yang mengembangkan Unusia hari ini, esok, dan akan datang,” ujarnya.
Pelaksanaan KKN 2026 juga menjadi ruang untuk memperluas kolaborasi. Kepala Biro Perencanaan Kementerian Kehutanan, Dr. Edit Sulistyo Heri Susetyo, menyampaikan peluang kerja sama dengan Unusia dalam program pemberdayaan masyarakat dan pelestarian lingkungan. Ia menyoroti keberadaan lahan kritis serta pentingnya melibatkan masyarakat dalam pengelolaan dan pemanfaatan lingkungan secara berkelanjutan, termasuk melalui program pengelolaan sampah.
Dukungan juga disampaikan Kepala Bidang Riset dan Inovasi Daerah Bapperida Kabupaten Bogor, Ir. Ratna Pratiwi. Ia berharap mahasiswa KKN dapat menjadi sarana penerapan pengetahuan dari bangku kuliah sekaligus membantu menggali potensi dan permasalahan di desa. Mahasiswa didorong menjadi “Duta Inovasi Desa” yang mampu melahirkan gagasan dalam bidang kewirausahaan, pendidikan, kesehatan, dan sektor lainnya.
Sementara itu, Bendahara Umum PCNU Kabupaten Bogor, H. Waspada MK, MM, menyatakan kesiapan PCNU untuk memperkuat kerja sama Unusia dengan Pemerintah Kabupaten Bogor maupun pesantren-pesantren di wilayah tersebut. Menurutnya, potensi kerja sama dapat terus dikembangkan tidak hanya melalui KKN, tetapi juga dalam bidang pendidikan dan pengembangan program studi.
Melalui KKN 2026, Unusia berharap kehadiran mahasiswa di 11 desa dapat memberikan manfaat bagi masyarakat sekaligus menjadi ruang pembelajaran bagi mahasiswa untuk memahami persoalan, potensi, dan kehidupan masyarakat secara langsung.