Unusia Perkuat Riset Islam Nusantara melalui Hibah Mora The Air Fund
Humas Unusia
Content Writer
Jakarta - Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) terus memperkuat pengembangan riset di bidang Islam Nusantara melalui program Hibah Mora The Air Fund. Penguatan tersebut tercermin dari dua kelompok penelitian Unusia yang menjalankan riset dengan fokus pada pengembangan khazanah keilmuan Islam Nusantara dan pesantren di tengah perkembangan teknologi.
Dua kelompok penelitian tersebut masing-masing mengangkat tema “Jawi-Pegon Cosmopolis: Menelusuri Jalur Kitab Kuning sebagai Identitas Peradaban Khas Islam Nusantara di Dunia Internasional” yang diketuai Ngatawi, serta “Inovasi Pesantren Dalam Pelestarian Dan Pengembangan Tradisi Keilmuan Islam Nusantara Di Era Kecerdasan Buatan” yang diketuai Fariz. Masing-masing kelompok terdiri dari lima anggota peneliti.
Pengembangan kedua riset tersebut dievaluasi melalui Monitoring dan Evaluasi (Monev) Eksternal Hibah Mora The Air Fund yang berlangsung pada di Ruang SmartClass Unusia, Jakarta (15/9). Kegiatan menghadirkan Prof. Dr. H. A. Kumedi Ja'far, S.Ag., M.H. dari Universitas Islam Negeri Raden Intan Lampung sebagai reviewer.
Penelitian pertama berfokus pada penelusuran jalur kitab kuning dan tradisi Jawi-Pegon sebagai bagian dari identitas peradaban Islam Nusantara. Sementara penelitian kedua mengkaji upaya pelestarian dan pengembangan tradisi keilmuan Islam Nusantara di lingkungan pesantren dengan mempertimbangkan perkembangan kecerdasan buatan. Kedua tema tersebut menunjukkan perhatian riset Unusia terhadap khazanah keilmuan Islam Nusantara sekaligus tantangan transformasi pengetahuan di era digital.
Dalam evaluasi tersebut, salah satu arah pengembangan yang diberikan adalah memperluas lokasi pengumpulan data untuk memperkaya temuan penelitian. Langkah ini penting terutama dalam penelusuran karya-karya ulama yang belum terdokumentasi secara digital, sehingga hasil penelitian dapat membuka peluang pemanfaatan khazanah tersebut sebagai sumber pembelajaran di lingkungan pesantren.
Melalui Hibah Mora The Air Fund, Unusia tidak hanya mendorong peningkatan produktivitas penelitian, tetapi juga memperkuat kajian terhadap khazanah Islam Nusantara agar terus dikembangkan dan relevan dengan kebutuhan keilmuan di tengah perubahan zaman.