Search

Angkat Gerakan Pascareformasi, Ahmad Nurcholish Gondol Doktor Islam Nusantara

Jakarta - Ahmad Nurcholish resmi meraih gelar doktor setelah menjalani Ujian Terbuka Promosi Doktor pada Program Studi Sejarah Peradaban Islam Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia pada Sabtu, 14 Juni 2025. Sidang promosi doktor ini berlangsung pukul 13.00 hingga 15.00 WIB di Aula Jakoeb Oetama, Kampus unusia Jakarta.

Dalam ujian terbuka tersebut, Ahmad Nurcholish mempresentasikan disertasinya yang berjudul “Gerakan Pendidikan Perdamaian Berbasis Keagamaan Pasca Orde Baru: Studi Historis Peran ICRP dalam Membangun Perdamaian di Indonesia.” Penelitian ini menyoroti dinamika gerakan pendidikan perdamaian yang tumbuh sebagai respons terhadap pemaksaan narasi perdamaian oleh negara, serta bagaimana peran struktur dan agen turut membentuk gerakan tersebut.

Ujian terbuka ini dipimpin oleh Dr. Siti Nabilah, M.Pd selaku Ketua Sidang. Prof. Dr. Rumadi Ahmad, M.Ag bertindak sebagai Promotor, dan Dr. Ahmad Su’adi, M.A., Hum sebagai Co-Promotor. Adapun penguji lainnya terdiri dari Dr. Ginanjar Sya’ban, M.Hum sebagai Penguji I, Dr. Fariz Anizar, M.Hum sebagai Penguji II, dan Dr. Ayatullah, M.Ud sebagai Sekretaris Sidang.

Dalam disertasinya, Ahmad Nurcholish mengungkap dinamika gerakan pendidikan perdamaian berbasis keagamaan di era pasca Orde Baru, dengan fokus pada kiprah Indonesian Conference on Religion and Peace (ICRP). Ia mengajukan argumen bahwa kelahiran dan perkembangan gerakan pendidikan tidak bisa dilepaskan dari relasi antara agen dan struktur sosial. ICRP dinilai menjadi salah satu bentuk respons masyarakat sipil terhadap narasi tunggal perdamaian yang dipaksakan oleh negara di masa lalu.

Menggunakan pendekatan sejarah sosial dan metode pembingkaian (framing), Nurcholish menunjukkan bagaimana aktor-aktor keagamaan memanfaatkan ruang-ruang sosial dan institusional untuk membangun narasi damai yang lebih inklusif dan kontekstual. Disertasi ini dinilai memberikan kontribusi signifikan dalam studi sejarah sosial gerakan keagamaan serta wacana pendidikan perdamaian di Indonesia.

Melalui penelitiannya, Ahmad Nurcholish tidak hanya menyumbangkan perspektif baru dalam studi gerakan keagamaan, tetapi juga menawarkan pijakan historis untuk menguatkan pendidikan perdamaian berbasis nilai-nilai lokal dan spiritualitas inklusif.Ujian terbuka ini memperkuat komitmen Unusia dalam mengembangkan tradisi keilmuan yang berpihak pada nilai-nilai perdamaian, keberagaman, dan keadaban publik.


Penulis: Anwariah Salsabila