Search

Dosen SPI Unusia Telusuri Naskah Jawi Pegon dalam Riset Mora The Air Funds

Jakarta – Dosen Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI) Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia), Ahmad Ginanjar Sya'ban, melakukan kunjungan penelitian ke RANU Indonesia pada Sabtu (24/5). Kegiatan tersebut merupakan bagian dari riset mengenai tradisi Jawi Pegon yang memperoleh pendanaan melalui program Mora The Air Funds Kementerian Agama Republik Indonesia.

Dalam kunjungan tersebut, Ahmad Ginanjar Sya'ban meninjau dan menelaah sejumlah koleksi naskah yang dikelola RANU Indonesia. Koleksi tersebut merupakan bagian dari khazanah manuskrip yang dirawat oleh pengampu RANU sekaligus pemilik naskah, Miftah Wibowo. Penelusuran terhadap naskah-naskah tersebut dilakukan sebagai bagian dari pengumpulan data dalam riset Jawi Pegon yang memperoleh pendanaan Mora The Air Funds..

Riset ini berfokus pada kajian Jawi Pegon, tradisi penulisan yang menggunakan aksara Arab untuk menuliskan bahasa-bahasa lokal di Nusantara. Tradisi tersebut memiliki peran penting dalam perkembangan literasi Islam, transmisi pengetahuan keagamaan, serta penyebaran gagasan intelektual di lingkungan pesantren dan masyarakat Muslim Indonesia.

Selain meninjau koleksi manuskrip, kunjungan juga diisi dengan audiensi terkait peluang kerja sama akademik yang akan dituangkan dalam bentuk Memorandum of Understanding (MoU). Kerja sama tersebut diharapkan dapat memperkuat kolaborasi dalam bidang penelitian, pelestarian manuskrip, serta pengembangan kajian sejarah dan peradaban Islam Nusantara.

Sebagai akademisi yang menekuni bidang filologi dan manuskrip Islam Nusantara, Ahmad Ginanjar Sya'ban menilai keberadaan naskah-naskah tersebut merupakan sumber penting untuk memahami perkembangan tradisi keilmuan, pendidikan, dan penyebaran Islam di Indonesia. Penelusuran terhadap manuskrip Jawi Pegon juga menjadi bagian dari upaya mendokumentasikan sekaligus melestarikan warisan intelektual yang tersimpan di berbagai lembaga dan komunitas.

Rangkaian kegiatan turut dilanjutkan dengan kunjungan ke Mushala Telik Sandi, sebuah situs bersejarah yang berasal dari era Perang Jawa (1825–1830). Situs tersebut menjadi salah satu lokasi yang menyimpan jejak sejarah penting dan memberikan konteks tambahan bagi penelitian mengenai dinamika masyarakat Muslim Nusantara pada abad ke-19.

Kegiatan ini menjadi salah satu bentuk implementasi riset yang didukung Mora The Air Funds sekaligus mencerminkan komitmen Unusia dalam mengembangkan kajian sejarah, filologi, dan manuskrip Islam Nusantara. Melalui penelitian lapangan dan kolaborasi dengan berbagai lembaga, Unusia terus mendorong lahirnya penelitian yang berkontribusi pada pelestarian serta pengembangan khazanah keilmuan Islam Indonesia.