Jakarta – Komitmen dalam meningkatkan kualitas pendidikan tinggi terus diwujudkan oleh dosen Program Studi Akuntansi Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unusia, Habsyah Fitri Aryani, M.Ak., melalui pengembangan kompetensi akademik di jenjang doktoral. Sebagai mahasiswa Program Doktor Ilmu Akuntansi Universitas Negeri Jakarta (UNJ), Habsyah mengimplementasikan ilmu yang diperoleh melalui kegiatan Teaching Business pada mata kuliah Teori Akuntansi.
Dalam kegiatan yang berlangsung di Ruang GRK 1015 tersebut, Habsyah dipercaya mengampu empat pertemuan mata kuliah Teori Akuntansi. Materi yang disampaikan meliputi Konsep Laba, Ekuitas, Pengungkapan dan Sarana Alternatif, serta Konsep Akuntansi Sosial dan Lingkungan. Berbekal pengalaman sebagai dosen di Unusia sekaligus mahasiswa doktor, ia menghadirkan pembelajaran yang menghubungkan teori akuntansi dengan perkembangan penelitian, praktik profesional, dan isu-isu kontemporer.
Diskusi yang dibangun di kelas tidak hanya membahas konsep-konsep dasar akuntansi, tetapi juga mengaitkannya dengan hasil penelitian terbaru, perkembangan standar akuntansi, isu keberlanjutan (sustainability), serta tantangan profesi akuntan di tengah transformasi digital dan ekonomi hijau. Pendekatan tersebut memberikan wawasan yang lebih komprehensif kepada mahasiswa mengenai perkembangan ilmu akuntansi.
"Menjadi mahasiswa doktor memberikan kesempatan untuk terus memperbarui wawasan melalui penelitian dan kajian ilmiah. Pengetahuan tersebut penting untuk dibagikan kepada mahasiswa agar mereka tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu melihat bagaimana teori berkembang dan diterapkan dalam praktik bisnis serta penelitian akuntansi," ujar Habsyah Fitri Aryani.
Pada materi Konsep Laba, mahasiswa diajak memahami berbagai pendekatan dalam menentukan laba beserta implikasinya terhadap pelaporan keuangan. Pembahasan mengenai Ekuitas mengulas perubahan modal perusahaan melalui berbagai transaksi yang memengaruhi posisi keuangan. Sementara itu, materi Pengungkapan dan Sarana Alternatif menekankan pentingnya transparansi informasi bagi para pemangku kepentingan. Adapun pada Konsep Akuntansi Sosial dan Lingkungan, mahasiswa diperkenalkan pada paradigma akuntansi modern yang semakin menaruh perhatian pada aspek sosial, lingkungan, dan keberlanjutan sebagai bagian dari akuntabilitas perusahaan.
Bagi Unusia, keterlibatan dosen dalam kegiatan akademik di tingkat doktoral menjadi bagian dari upaya memperkuat kualitas tridarma perguruan tinggi. Pengalaman riset dan jejaring akademik yang diperoleh selama menempuh pendidikan doktor diharapkan dapat memperkaya proses pembelajaran di kampus serta meningkatkan kualitas pendidikan bagi mahasiswa, khususnya di lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis Unusia.
Melalui kegiatan ini, Habsyah menunjukkan bahwa pengembangan kapasitas akademik tidak hanya memberikan manfaat bagi dirinya sebagai peneliti, tetapi juga membawa dampak nyata bagi institusi. Sinergi antara studi doktoral dan pengabdian sebagai dosen menjadi wujud komitmen Unusia dalam menghadirkan tenaga pendidik yang adaptif, berdaya saing, serta mampu berkontribusi terhadap perkembangan ilmu pengetahuan dan praktik akuntansi di Indonesia.