Search

Dosen Unusia Kaji Fashion Muslimah Indonesia dalam Jurnal Internasional Fashion Theory

Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia melalui salah satu dosennya kembali menorehkan kontribusi akademik di tingkat internasional. Moh. Faiz Maulana, dosen Program Studi Sosiologi Unusia, menerbitkan artikel ilmiah berjudul Beauty and the Politics of Piety: The Phenomenon of Muslim Women’s Fashion Trends in Indonesia pada jurnal internasional Fashion Theory tahun 2025.

Penelitian tersebut membahas perkembangan tren fashion Muslimah di Indonesia yang kini tidak lagi dipahami semata sebagai bentuk ekspresi religius, tetapi juga telah menjadi bagian dari budaya populer, media sosial, hingga industri kapitalisme modern. Dalam artikelnya, Faiz menyoroti bagaimana hijab dan busana syar’i mengalami transformasi makna menjadi simbol gaya hidup, identitas sosial, dan modernitas di tengah masyarakat urban Muslim Indonesia.

Artikel ini menjelaskan bahwa media sosial seperti Instagram dan TikTok memiliki peran besar dalam membentuk standar baru mengenai citra “Muslimah ideal.” Sosok Muslimah digambarkan sebagai perempuan yang saleh, modis, rapi, elegan, serta memiliki penampilan estetik. Menurut penelitian tersebut, media sosial tidak hanya menjadi ruang ekspresi identitas, tetapi juga arena produksi standar kecantikan dan kesalehan baru di masyarakat.

Dalam kajiannya, Faiz menemukan adanya paradoks antara kecantikan dan kesalehan. Di satu sisi, fashion Muslim memberi ruang bagi perempuan Muslim untuk mengekspresikan identitas diri dan meningkatkan rasa percaya diri. Namun di sisi lain, tren tersebut juga melahirkan tekanan sosial baru yang mendorong perempuan untuk selalu tampil “sempurna” sesuai standar visual tertentu.

Penelitian ini juga menyoroti konsep piety economy atau ekonomi kesalehan, yaitu kondisi ketika simbol-simbol religius menjadi bagian dari sistem pasar dan industri konsumsi. Industri fashion Muslim dinilai semakin berkembang melalui kolaborasi antara brand, influencer, dan media digital yang memanfaatkan narasi religius sebagai strategi pemasaran.

Selain itu, artikel tersebut mengungkap bagaimana budaya global turut memengaruhi perkembangan fashion Muslim di Indonesia. Gaya busana dari Timur Tengah, Turki, hingga Barat mengalami proses adaptasi dengan norma lokal masyarakat Muslim Indonesia. Fenomena ini menunjukkan bahwa fashion Muslimah Indonesia berkembang melalui proses negosiasi antara nilai agama, budaya lokal, modernitas, dan tren global.

Melalui penelitian ini, Faiz menegaskan pentingnya cara pandang kritis terhadap perkembangan industri fashion Muslim. Menurutnya, fashion Muslim tidak dapat dipahami secara hitam-putih sebagai simbol penindasan maupun pembebasan perempuan. Sebaliknya, fashion Muslim merupakan ruang sosial yang kompleks, tempat perempuan Muslim terus menegosiasikan identitas, spiritualitas, serta posisi mereka dalam masyarakat modern.

Publikasi ini sekaligus memperlihatkan kontribusi akademisi Unusia dalam mengkaji isu-isu sosial kontemporer yang relevan dengan dinamika masyarakat Indonesia dan perkembangan budaya global.

Link selengkapnya: https://www.tandfonline.com/doi/full/10.1080/1362704X.2025.2534240?src=