Search

Dosen Unusia Kartini Laras Raih Juara 1 Anugerah LPTNU 2026 Bidang Advokasi Masyarakat

Dosen Ilmu Hukum Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia), Kartini Laras, meraih Juara 1 kategori Dosen dengan Karya Kemasyarakatan Bidang Advokasi Masyarakat dalam ajang Anugerah LPTNU 2026 yang diselenggarakan oleh Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama. Penghargaan tersebut diumumkan dalam acara yang berlangsung di Surabaya pada 10 Maret 2026.

Penghargaan ini diberikan sebagai bentuk apresiasi kepada dosen di lingkungan perguruan tinggi Nahdlatul Ulama yang dinilai memiliki kontribusi nyata dalam pengabdian kepada masyarakat, khususnya melalui kegiatan advokasi dan pemberdayaan sosial.

Kartini Laras menyampaikan bahwa penghargaan tersebut menjadi motivasi bagi dirinya untuk terus menjalankan peran akademisi melalui pelaksanaan Tri Dharma Perguruan Tinggi. Ia mengaku bersyukur atas apresiasi yang diterimanya.

“Penghargaan ini menjadi jangkar bagi saya sebagai akademisi untuk terus semangat menjalankan tri dharma perguruan tinggi. Secara personal, saya juga sangat bersyukur atas apresiasi ini; pengingat bahwa hal-hal kecil yang saya lakukan mungkin bisa membawa makna bagi orang lain,” ujarnya.

Kartini diketahui telah menjadi dosen Ilmu Hukum Unusia sejak 2020 dan sebelumnya pernah menjabat sebagai Kepala Biro Kerjasama. Saat ini ia tengah menempuh studi doktoral di University of Warwick dengan fokus penelitian mengenai pendekatan regulasi anti–pencucian uang dalam sistem keuangan formal dan informal di Indonesia.

Selain aktif dalam kegiatan akademik dan penelitian, Kartini juga terlibat dalam berbagai aktivitas advokasi sosial. Ia menulis opini di media massa, mempublikasikan artikel ilmiah, serta aktif dalam kegiatan kemasyarakatan, termasuk menjabat sebagai Ketua PCI Fatayat NU UK yang turut melakukan advokasi terhadap hak-hak perempuan.

Menurutnya, akademisi hukum memiliki peran strategis dalam menjembatani teori hukum dengan realitas sosial di masyarakat.

“Akademisi hukum dapat menerjemahkan norma dan prinsip hukum teoritis ke dalam solusi yang relevan bagi persoalan sosial yang nyata, sehingga menghasilkan dampak akademik, baik pada kebijakan publik maupun perubahan sosial di masyarakat,” jelasnya.

Sementara itu, Dekan Fakultas Hukum Unusia, Muhammad Afifi, menyampaikan apresiasi atas prestasi yang diraih oleh Kartini Laras. Ia menilai penghargaan tersebut menjadi kebanggaan bagi seluruh civitas akademika Fakultas Hukum.

“Seluruh civitas akademik Fakultas Hukum mengucapkan selamat kepada para nomine yang meraih penghargaan tingkat nasional dari LPTNU. Ini menjadi kebanggaan bagi Fakultas Hukum sekaligus mencetak sejarah baru karena berhasil meraih penghargaan untuk kategori dosen dan mahasiswa sekaligus. Ini merupakan amanah yang harus dipertahankan,” ujarnya.

Afifi juga menegaskan bahwa fakultas akan terus memberikan dukungan terhadap pengembangan prestasi dosen dan mahasiswa melalui berbagai program penguatan sumber daya manusia.

Menurutnya, dukungan tersebut tercermin dalam prioritas kerja yang tertuang dalam rencana strategis Fakultas Hukum, termasuk penyediaan fasilitas kegiatan akademik seperti diskusi, debat, lomba, serta dukungan beasiswa, baik untuk studi lanjut S3 maupun penghargaan bagi mahasiswa berprestasi.

Kartini berharap penghargaan ini tidak hanya menjadi capaian pribadi, tetapi juga mendorong semakin kuatnya budaya academic impact di lingkungan Unusia.

“Saya berharap pengabdian masyarakat di Unusia ke depan semakin berkembang, berkelanjutan, dan berdampak bagi masyarakat. Semakin banyak dosen, mahasiswa, dan mitra yang terlibat dalam kolaborasi pengabdian berbasis kebutuhan nyata masyarakat,” tuturnya.

Dengan capaian tersebut, Kartini berharap Unusia dapat terus hadir sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga aktif memberikan kontribusi nyata dalam menyelesaikan berbagai persoalan sosial di masyarakat.