Jakarta — Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) kembali menorehkan prestasi di tingkat nasional. Dua tim peneliti Unusia dinyatakan lulus sebagai penerima Pendanaan Riset Indonesia Bangkit Kementerian Agama Republik Indonesia Tahun 2025 atau Ministry of Religious Affairs – The Awakened Indonesia Research Funds (MORA–The AIR Funds), sebagaimana diumumkan secara resmi oleh Pusat Pembiayaan Pendidikan Agama dan Pendidikan Keagamaan (PUSPENMA) Kemenag RI.
Program pendanaan ini merupakan skema kompetitif nasional yang bertujuan memperkuat riset strategis keagamaan, sosial-humaniora, serta pengembangan kebijakan berbasis keilmuan. Proses seleksi dilaksanakan secara ketat dan akuntabel melalui sistem eRISPRO LPDP Kementerian Keuangan, mulai dari seleksi administrasi hingga wawancara substansi oleh para reviewer independen.
Salah satu riset Unusia yang lolos diketuai oleh Dr. Fariz Alnizar, M.Hum., dosen Unusia yang juga menjabat sebagai Wakil Rektor III Unusia. Riset berjudul “Jawi-Pegon Cosmopolis: Menelusuri Jalur Kitab Kuning sebagai Identitas Peradaban Khas Islam Nusantara di Dunia Internasional” ini mengkaji tradisi intelektual Islam Nusantara melalui manuskrip dan jaringan keilmuan Jawi-Pegon dalam konteks global.
Tim peneliti terdiri dari:
- Dr. Fariz Alnizar, M.Hum. (Ketua Tim – Unusia)
- Dr. A. Ginanjar Sy’ban, M.Hum. (Anggota – Unusia)
- Alanuari, M.A. (Anggota – Unusia)
- M. Ahalla Tsauro, M.A. (Anggota – Université Laval, Kanada)
Keterlibatan akademisi dari Université Laval, Kanada, menunjukkan penguatan kolaborasi internasional Unusia dalam pengembangan kajian Islam Nusantara di level global.
Selain itu, Unusia juga meloloskan riset bertema pesantren dan teknologi yang diketuai oleh Dr. Ngatawi Al Zastrouw, M.Si. dengan judul “Inovasi Pesantren dalam Pelestarian dan Pengembangan Tradisi Keilmuan Islam Nusantara di Era Kecerdasan Buatan.”
Tim peneliti ini beranggotakan:
- Dr. Ngatawi Al Zastrouw, M.Si. (Ketua Tim – Unusia)
- Dr. Maria Ulfah Anahor, M.Si. (Anggota – Unusia)
- A. Muhtarom, S.Ag., M.Hum. (Anggota – Unusia)
Riset ini menyoroti bagaimana pesantren dapat beradaptasi secara kreatif terhadap perkembangan kecerdasan buatan (AI) tanpa kehilangan akar tradisi keilmuan Islam Nusantara, sekaligus membuka ruang inovasi dalam transmisi ilmu, digitalisasi kitab, dan penguatan ekosistem keilmuan pesantren.
Kelulusan dua tim ini menegaskan posisi Unusia sebagai perguruan tinggi yang konsisten mengembangkan riset berbasis Islam Nusantara, pesantren, manuskrip keilmuan, dan kolaborasi global, selaras dengan visi keilmuan Nahdlatul Ulama dan tantangan zaman.
Ke depan, hasil riset ini diharapkan tidak hanya memperkaya khazanah akademik, tetapi juga berkontribusi nyata bagi penguatan identitas Islam Nusantara, pengembangan kebijakan pendidikan keagamaan, serta reputasi Unusia di tingkat nasional dan internasional.
Penulis: Anwariah Salsabila