Search

Fahmi Irhamsyah Gondol Gelar Doktor, Angkat Disertasi Adaptasi Masyarakat Islam Tionghoa di Jakarta

Jakarta – Fahmi Irhamsyah resmi meraih gelar Doktor Sejarah Peradaban Islam dari Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) setelah mempertahankan disertasinya berjudul “Adaptasi Masyarakat Islam Tionghoa di Jakarta dalam Pembentukan Identitas: Kisah Tiga Keluarga 1945–2000” dalam ujian terbuka promosi doktor yang digelar pada Sabtu (6/9/2025), pukul 13.00–15.00 WIB di Aula Jakoeb Oetama, Kampus Unusia.

Ujian terbuka ini dipimpin oleh Dr. Ahmad Su'adi, MA.Hum. selaku Ketua Sidang dan Dr. Ayatullah, M.Ud. sebagai Sekretaris Sidang. Hadir pula para penguji, yakni Dr. Siti Nabilah, S.Sos.I., M.Pd. dan Dr. Fariz Alnizar, M.Hum. Sementara itu, dukungan promotor diberikan oleh Prof. Dr. Susanto Zuhdi, M.Hum. bersama co-promotor Juri Ardiantoro, M.Si., Ph.D. yang juga turut menguji jalannya sidang.

Dalam penelitiannya, Fahmi mengungkap dinamika Islamisasi masyarakat Tionghoa di Jakarta serta proses adaptasi dan integrasi mereka dalam membangun identitas sosial, budaya, dan keagamaan sepanjang periode 1945–2000. Melalui pendekatan sejarah sosial dengan studi prosopografi dan genealogi, Fahmi meneliti perjalanan tiga keluarga Muslim Tionghoa yang berhasil menegosiasikan identitas antara Islam, tradisi Tionghoa, dan nasionalisme Indonesia.

Hasil penelitian menunjukkan kontribusi signifikan masyarakat Islam Tionghoa dalam berbagai bidang. Di bidang sosial, mereka mendirikan Persatuan Islam Tionghoa Indonesia (PITI), Yayasan Karim Oei, serta Masjid Lautze. Pada ranah politik, mereka terlibat dalam upaya menolak kebijakan diskriminatif. Sementara dalam bidang ekonomi, kontribusi tampak melalui donasi Dwi Kora dan pemberdayaan UMKM mualaf Tionghoa. Adapun di bidang pendidikan, mereka turut menggagas pembukaan fakultas kedokteran dan riset nuklir di Indonesia.

Dalam kesimpulannya, Fahmi menegaskan bahwa meski kerap dipandang sebagai double minority, Muslim Tionghoa tetap mampu menunjukkan ketangguhan identitas sekaligus memberikan kontribusi penting bagi peradaban Indonesia.

Keberhasilan promosi doktor ini sekaligus menegaskan komitmen Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) dalam melahirkan karya-karya akademik yang relevan dengan isu-isu kebangsaan, serta memperkaya khazanah kajian sejarah sosial Islam Nusantara dengan perspektif inklusif dan lintas budaya.


Penulis: Anwariah Salsabila