Jakarta – Fakultas Islam Nusantara Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) kembali melahirkan doktor baru, pada Sabtu (6/9/2025) pukul 10.00 - 12.00 WIB di Aula Jakoeb Oetama Unusia Jakarta. Promovendus Faisol Hakim resmi menjalani Ujian Terbuka Promosi Doktor dengan disertasi berjudul “Intelektualisme Pendiri Nahdlatul Ulama dan Ikhwanul Muslimin serta Pengaruh Pergerakannya dalam Dinamika Masyarakat Indonesia Abad XX.”
Dalam sidang terbuka tersebut, Faisol diuji oleh dewan penguji yang dipimpin Dr. Siti Nabilah, S.Sos.I., M.Pd. selaku Ketua Sidang, didampingi Dr. Moh. Yusni A. Ghozali, M.Ag. sebagai Sekretaris Sidang, serta penguji Dr. Ayattullah, M.Ud. dan Dr. Ali M. Abdillah, M.A.. Hadir pula Moh. Hasan Basri, M.A., Ph.D. selaku Co-Promotor, dan Dr. Ginanjar Syarif, M.Hum. sebagai Promotor.
Dalam penelitiannya, Faisol menelaah sejarah intelektual KH Hasyim Asy’ari sebagai pendiri Nahdlatul Ulama dan Hasan al-Banna sebagai pendiri Ikhwanul Muslimin. Disertasi ini berupaya menganalisis bagaimana produk intelektual kedua ulama tersebut berpengaruh terhadap perubahan sosial di Indonesia pada abad ke-20. Hasil penelitian menunjukkan adanya korelasi kuat antara produk intelektual ulama dengan perubahan positif dalam masyarakat. Temuan ini menegaskan bahwa pemikiran keagamaan bukan hanya bersifat spiritual, tetapi juga memiliki dampak nyata dalam mendorong transformasi sosial dan kebangsaan.
Dalam kesimpulannya, Faisol menyatakan bahwa Nahdlatul Ulama (NU) dan Ikhwanul Muslimin (IM) sama-sama lahir dari semangat melawan kolonialisme pada awal abad ke-20. Namun, keduanya memiliki corak berbeda. KH Hasyim Asy’ari menekankan nasionalisme-kultural, memperkuat bangsa Indonesia melalui Ahlusunnah wal Jamaah dengan bingkai negara-bangsa. Hasan al-Banna mendorong nasionalisme transnasional dengan cita-cita membangun Daulah Islamiyah.
Indonesia kemudian menjadi ruang dialektika kedua ideologi tersebut, dengan NU berperan sebagai filter yang menjaga keutuhan Islam Nusantara agar tetap selaras dengan nilai-nilai kebangsaan.
Disertasi ini memberikan kontribusi penting dalam pengembangan studi sejarah Islam, tasawuf, pendidikan Islam, dan politik Islam Nusantara. Selain memperkaya literatur akademik, penelitian Faisol juga membuka peluang kajian lanjutan mengenai interaksi Islam kultural dan Islam transnasional di Indonesia.
Unusia menegaskan komitmennya untuk terus melahirkan karya ilmiah dan lulusan doktoral yang relevan dengan tantangan zaman sekaligus memperkuat posisi kampus sebagai pusat kajian Islam Nusantara yang berwawasan global.
Penulis: Anwariah Salsabila