Search

FIS Unusia Gelar Monitoring, Evaluasi, dan Pembekalan Mahasiswa Penerima Beasiswa KIP dan Pertamina

Jakarta — Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) menyelenggarakan kegiatan Monitoring, Evaluasi, dan Pembekalan Mahasiswa Penerima Beasiswa KIP dan Pertamina di Aula Jakoeb Oetama Lantai 4 Unusia, Rabu (28/1/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 14.00 WIB ini diikuti oleh para mahasiswa penerima beasiswa.

Kegiatan dibuka dengan sambutan Dekan Fakultas Ilmu Sosial Unusia yang menekankan pentingnya tanggung jawab akademik dan moral mahasiswa penerima beasiswa. Beasiswa KIP dan Pertamina, menurutnya, merupakan amanah yang harus dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang prestasi akademik, pengembangan diri, serta menjaga nama baik institusi.

Sesi diskusi menghadirkan tema “Literasi Keuangan: Mengenali Godaan, Risiko, dan Bahaya Judi Online bagi Mahasiswa” dengan narasumber Siti Khomsatun, S.E.I., M.Ak., dosen Akuntansi FEB Unusia. Diskusi dipandu oleh Devie Yudianto, M.Psi., Sekretaris Program Studi Psikologi FIS Unusia. Dalam paparannya, Siti Khomsatun mengulas fenomena maraknya judi online dan pinjaman online (pinjol) yang kerap menyasar generasi muda, termasuk mahasiswa.

Ia menjelaskan bahwa kemudahan akses digital, tekanan finansial, serta rendahnya literasi keuangan dapat mendorong mahasiswa terjebak dalam siklus berisiko seperti judi online dan pinjol ilegal. Melalui pendekatan literasi keuangan, mahasiswa diajak memahami perbedaan kebutuhan dan keinginan, pentingnya penganggaran, pencatatan keuangan, serta kewaspadaan terhadap tawaran “keuntungan besar dalam waktu singkat” yang kerap menjadi pintu masuk praktik ilegal dan merugikan.

Kegiatan dilanjutkan dengan sesi pembekalan bertema “Memaksimalkan Beasiswa untuk Meraih Prestasi Akademik dan Menjadi Pribadi yang Tangguh” yang disampaikan oleh Amsar, M.Si., Wakil Dekan Fakultas Ilmu Sosial Unusia. Sesi ini dimoderatori oleh Shinta Mutiara Rezeky, M.Si., Sekretaris Program Studi Sosiologi FIS Unusia.

Dalam pembekalannya, Amsar menegaskan bahwa beasiswa KIP dan Pertamina bukanlah hak otomatis, melainkan kesempatan berharga yang disertai tanggung jawab akademik dan etika. Mahasiswa penerima beasiswa diharapkan memiliki orientasi akademik yang jelas, menjaga kedisiplinan studi, serta menargetkan kelulusan tepat waktu dengan prestasi yang baik. Beasiswa, menurutnya, harus diposisikan sebagai investasi pengembangan diri, bukan penunjang gaya hidup konsumtif.

Selain aspek akademik, mahasiswa juga didorong untuk membangun ketangguhan pribadi, baik secara mental maupun etika, serta berperan aktif sebagai representasi dan duta program studi di tengah masyarakat. Kontribusi positif mahasiswa penerima beasiswa diyakini turut menentukan citra program studi dan keberlanjutan kepercayaan dari para pemberi beasiswa.

Melalui kegiatan monitoring, evaluasi, dan pembekalan ini, Fakultas Ilmu Sosial Unusia berharap mahasiswa penerima Beasiswa KIP dan Pertamina mampu mengelola keuangan secara bijak, terhindar dari praktik judi online dan pinjol ilegal, serta memaksimalkan kesempatan beasiswa untuk meraih prestasi akademik dan membentuk karakter yang tangguh.