Bogor - Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) melalui Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer (FTIK) menyelenggarakan Sosialisasi Mahasiswa Penerima Kartu Indonesia Pintar (KIP) pada Selasa, 27 Januari 2026, bertempat di Lantai 3 Laboratorium Unusia. Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa penerima KIP FTIK sebagai bagian dari pembinaan dan penguatan tanggung jawab penerima beasiswa.
Kegiatan dibuka dengan sambutan Dekan FTIK, Adrinoviarini, M.Sc., yang menegaskan bahwa beasiswa KIP merupakan amanah yang harus dijaga dengan penuh tanggung jawab. Ia mendorong mahasiswa agar tidak hanya fokus pada capaian akademik, tetapi juga memiliki kedisiplinan finansial dan perilaku hidup yang sehat selama menjalani masa studi.
Materi utama sosialisasi disampaikan oleh Ketua Program Studi Akuntansi, Muhammad Aras Prabowo, M.Ak., yang mengangkat tema literasi keuangan mahasiswa serta upaya menangkal bahaya judi online (judol) dan pinjaman online (pinjol). Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa rendahnya literasi keuangan menjadi salah satu faktor utama mahasiswa rentan terjerat pinjol ilegal dan praktik judi online.
Berdasarkan data BPS dan PPATK tahun 2025 yang dipaparkan, transaksi pinjaman online dan judi online di Indonesia menunjukkan tren peningkatan signifikan dan saling berkaitan. Kondisi ini berdampak luas, mulai dari tekanan ekonomi, penurunan prestasi akademik, gangguan psikologis, hingga persoalan sosial dan hukum. Oleh karena itu, mahasiswa penerima KIP diimbau untuk mengelola dana beasiswa secara bijak, memahami risiko finansial, serta menjauhi praktik-praktik yang dapat merugikan masa depan.
Selain itu, Kabiro Hubungan Masyarakat, Dwi Putri, turut memberikan arahan terkait kebijakan dan ketentuan beasiswa KIP. Keduanya menekankan pentingnya kepatuhan terhadap aturan beasiswa, menjaga integritas sebagai penerima bantuan pendidikan, serta aktif berkomunikasi dengan pihak kampus apabila menghadapi kendala akademik maupun nonakademik.
Melalui kegiatan sosialisasi ini, FTIK Unusia berharap mahasiswa penerima KIP tidak hanya terbantu secara finansial, tetapi juga memiliki pemahaman literasi keuangan yang kuat, mampu menjaga diri dari risiko judol dan pinjol, serta berkembang menjadi mahasiswa yang bertanggung jawab dan berdaya saing.
Penulis: Anwariah Salsabila