Jakarta – Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) menggelar kegiatan Istigosah dan Manaqib mengusung tema “Mengetuk Pintu Langit, Menegakkan Keadilan Bumi: Ikhtiar Spiritual Civitas Akademika Unusia untuk Bangsa”, di Aula Jakoeb Oetama, Kampus Unusia Jakarta, (10/6).
Kegiatan ini diikuti oleh mahasiswa, dosen, dan tenaga kependidikan Unusia. Melalui rangkaian doa bersama, shalawat, dan pembacaan manaqib, sebagai bagian dari ikhtiar spiritual civitas akademika dalam memperkuat ketenangan hati, meningkatkan ikhtiar, serta memohon keberkahan bagi kampus dan bangsa.
Pelaksana Tugas Rektor Unusia, dr. Syahrizal Syarif, bersama Dr. KH. Mujib Qulyubi, dan H. Juri Ardiantoro, M.Si., Ph.D. turut hadir dalam kegiatan tersebut. Dalam sambutannya, Ketua BPP Unusia H. Juri Ardiantoro menegaskan bahwa pengembangan Unusia merupakan tanggung jawab bersama seluruh civitas akademika. Menurutnya, kemajuan kampus hanya dapat dicapai melalui kolaborasi, kebersamaan, dan kontribusi aktif dari mahasiswa, dosen, serta tenaga kependidikan dalam mewujudkan visi Unusia sebagai perguruan tinggi yang unggul dan berdampak bagi masyarakat.
Sementara itu, Dr. KH. Mujib Qulyubi, M.H. dalam tausiyahnya menyampaikan wejangan yang sejalan dengan tema kegiatan. Ia mengajak seluruh civitas akademika untuk senantiasa memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT melalui doa dan ikhtiar batin, sekaligus menghadirkan nilai-nilai keadilan, kejujuran, dan kemanfaatan dalam kehidupan sehari-hari. Menurutnya, ikhtiar mengetuk pintu langit harus diwujudkan melalui tindakan nyata yang membawa kebaikan bagi lingkungan kampus, masyarakat, dan bangsa.
Kegiatan ini menjadi ruang refleksi dan kebersamaan bagi seluruh civitas akademika Unusia. Selain mempererat silaturahmi, Istigosah dan Manaqib diharapkan dapat memperkuat semangat kolektif dalam menjalankan peran akademik, sosial, dan kebangsaan, sehingga nilai-nilai spiritual yang ditanamkan melalui kegiatan ini dapat menjadi fondasi dalam membangun Unusia dan memberikan kontribusi terbaik bagi Indonesia.