Search

Kaji Pengalaman Perempuan sebagai Sumber Pengetahuan, Faiz Maulana Gondol Gelar Doktor

Depok – Dosen Program Studi Sosiologi Unusia, Moh. Faiz Maulana, resmi menyelesaikan studi doktoralnya di Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) Universitas Indonesia pada Sidang Terbuka Senat Akademik yang digelar pada Senin (20/7) di Auditorium Juwono Sudarsono (AJS), Kampus FISIP UI, Depok. Atas keberhasilannya mempertahankan disertasi doktoral, ia dinyatakan lulus dengan predikat Sangat Memuaskan.

Disertasi tersebut berjudul "Menceritakan Pengalaman, Menuliskan Pengetahuan: Pembangkangan Epistemik dan Produksi Pengetahuan Feminis di Komunitas Puan Menulis." Melalui penelitian tersebut, ia mengangkat praktik menulis perempuan di komunitas Puan Menulis sebagai upaya menghadirkan perspektif baru dalam memandang pengalaman perempuan sebagai sumber pengetahuan. Pengalaman yang selama ini kerap dianggap sebagai persoalan personal, menurutnya, sesungguhnya memiliki nilai akademik dan mampu memberikan cara pandang baru dalam memahami kehidupan sosial.

Melalui pendekatan etnografi digital feminis, Faiz melakukan observasi partisipatif, wawancara mendalam, analisis diskusi daring, serta telaah terhadap berbagai karya tulis anggota komunitas. Pendekatan tersebut digunakan untuk memahami bagaimana pengalaman perempuan diproduksi, dimaknai, dan diartikulasikan menjadi pengetahuan melalui ruang-ruang digital seperti WhatsApp, Instagram, dan Zoom.

Hasil penelitian menunjukkan bahwa praktik menulis di komunitas Puan Menulis bukan sekadar aktivitas literasi, melainkan praktik sosial yang memungkinkan perempuan mengubah pengalaman tentang tubuh, keluarga, pekerjaan domestik, kesehatan mental, relasi sosial, hingga berbagai bentuk ketidakadilan gender menjadi pengetahuan kolektif. Melalui proses berbagi cerita, saling membaca, berdiskusi, dan memberikan umpan balik, pengalaman yang awalnya bersifat individual berkembang menjadi refleksi sosial yang lebih luas mengenai relasi kuasa dan kehidupan perempuan.

Dalam pemaparannya, Faiz menjelaskan bahwa pengalaman perempuan yang hanya disimpan akan berhenti sebagai pengalaman individual. Sebaliknya, ketika pengalaman tersebut dituliskan, dibaca, dan didiskusikan, pengalaman itu berkembang menjadi kesadaran kolektif yang memperkaya pemahaman tentang kehidupan sosial. Menurutnya, menulis tidak hanya dipahami sebagai aktivitas menghasilkan pengetahuan, tetapi juga merupakan praktik sosial yang membangun ruang berbagi pengalaman sekaligus solidaritas antarsesama perempuan.

Temuan penelitian ini memperkaya kajian antropologi pengetahuan, antropologi feminis, dan anthropology of writing dengan menunjukkan bahwa pengalaman perempuan tidak hanya menjadi objek penelitian, tetapi juga merupakan sumber pengetahuan yang mampu menghadirkan pemahaman sosial yang lebih reflektif dan berkeadilan. Penelitian ini juga membuka ruang bagi pengalaman kelompok-kelompok yang selama ini kurang mendapat perhatian untuk diakui sebagai bagian dari tradisi produksi ilmu pengetahuan.

Menutup pemaparannya, Faiz menegaskan bahwa setiap pengalaman memiliki nilai sebagai pengetahuan dan layak memperoleh pengakuan dalam pengembangan ilmu.

"Tidak ada pengetahuan yang dominan, tetapi semua yang kita temui adalah pengetahuan," tegas Faiz.

Sidang promosi doktor tersebut dibimbing oleh Irwan Martua Hidayana, Ph.D. sebagai promotor dan Prof. Dr. Widjajanti M. Santoso, M.Litt. sebagai ko-promotor. Pencapaian Faiz menjadi kebanggaan bagi Unusia sekaligus memperkuat komitmen institusi dalam mendorong dosen menghasilkan penelitian yang berkontribusi bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan kemajuan masyarakat.