Jakarta – Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) melalui Center for Sino-Nusantara Studies (CSNS) menerima kunjungan Guangdong Institute of Ethnic and Religious Studies (GIERS), Tiongkok, pada Sabtu (18/7) di Smartclass Unusia, Jakarta. Kunjungan tersebut disambut oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Hubungan Masyarakat Unusia, Fariz Alnizar, serta Dekan Fakultas Islam Nusantara, Ahmad Su'adi, bersama pengelola CSNS dan program studi terkait. Pertemuan ini menjadi ajang pertukaran gagasan sekaligus langkah awal dalam membangun komunikasi akademik antara kedua institusi.
Dipimpin oleh Luo Long selaku Director Guangdong Institute of Ethnic and Religious Studies, rombongan GIERS berdiskusi bersama tim CSNS Unusia mengenai berbagai isu strategis, di antaranya perkembangan Islam di Jawa, konsep Islam Nusantara, dinamika pekerja migran Indonesia di Hong Kong, serta berbagai isu keagamaan yang diperkirakan akan berkembang pada masa mendatang. Diskusi berlangsung secara interaktif dengan saling bertukar perspektif mengenai kajian agama, budaya, dan hubungan Indonesia–Tiongkok.
Selain membahas berbagai isu tersebut, kedua belah pihak juga mendiskusikan peluang pembentukan forum akademik sebagai wadah komunikasi antarpeneliti. Forum tersebut diharapkan dapat mendorong lahirnya penelitian dan publikasi ilmiah bersama, khususnya mengenai relasi Islam dan budaya Tiongkok, sekaligus memperkaya kajian mengenai hubungan Indonesia dan Tiongkok dari perspektif akademik.
Rangkaian pertemuan ditutup dengan penyerahan plakat sebagai simbol persahabatan dan apresiasi antara Unusia dan Guangdong Institute of Ethnic and Religious Studies. Momentum tersebut diharapkan menjadi awal yang baik untuk mempererat komunikasi akademik serta membuka ruang bagi pengembangan kolaborasi di bidang pendidikan, penelitian, dan publikasi ilmiah pada masa mendatang.
Melalui berbagai jejaring internasional, Unusia terus berkomitmen memperluas kolaborasi dengan institusi pendidikan dan lembaga riset di berbagai negara guna mendukung penguatan tridarma perguruan tinggi, khususnya di bidang pendidikan, penelitian, dan publikasi ilmiah.