Search

Laily Hafidzah : Energi Baru di Balik Magister PAI Unusia

Lahirnya Program Magister Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) membuka babak baru bagi kampus yang terus berkembang pesat ini. Di balik layar, hadir sosok akademisi yang kini dipercaya menjadi Sekretaris Program Studi (Sekprodi) Magister PAI, Laily Hafidzah.

Latar belakang akademiknya berwarna internasional. Laily meraih gelar sarjana dari Sastra Arab UIN Syarif Hidayatullah Jakarta (2004), kemudian menempuh studi magister Islamic Studies di Universitas Leiden, Belanda (2010). Tak berhenti di sana, ia kini tengah menyelesaikan disertasi doktoralnya di Western Sydney University, Australia.

Meski demikian, ia bukanlah figur asing di Unusia. Laily sudah mengajar sejak 2011, bahkan ketika kampus masih bernama STAINU. “Saya tahu betul proses perintisan kampus ini. Maka ketika dipercaya menjadi Sekprodi, saya merasa ini adalah amanah sekaligus kesempatan untuk berkhidmat lebih luas bagi Unusia,” tuturnya.

Sebagai Sekprodi di program magister yang baru berdiri, tantangan besar tentu ada. Namun, Laily menyambutnya dengan optimisme. Ia menyiapkan strategi: memperkuat koordinasi dengan pimpinan fakultas, merancang kurikulum berbasis studi komparatif, serta mengandalkan SDM dosen PAI Unusia yang sebagian besar tengah menyelesaikan studi doktoralnya. Jaringan akademik yang selama ini dibangun pun kian terbuka luas, menjadi modal berharga untuk pengembangan program.

Bagi Laily, keberhasilan awal program ini ditentukan oleh perekrutan mahasiswa baru. Tanpa mahasiswa, roda perkuliahan tidak bisa berjalan. Karena itu, ia bersama Kaprodi fokus pada strategi promosi dan komunikasi publik agar program magister ini segera diminati.

Lebih jauh, ia memiliki visi tentang alumni S2 PAI Unusia. Mereka diharapkan tidak hanya mumpuni dalam riset dan analisis pendidikan Islam, tetapi juga siap tampil sebagai konsultan, pengelola, hingga pengambil kebijakan. “Kami ingin lulusan S2 PAI Unusia berkontribusi luas, baik di dunia pendidikan, masyarakat, maupun dalam kebijakan strategis pendidikan Islam di Indonesia,” jelasnya.

Dengan pengalaman internasional, kiprah panjang sebagai dosen, dan komitmennya untuk membangun Unusia, Laily Hafidzah menjadi energi baru yang diharapkan mampu membawa Program Magister PAI berdiri kokoh sejak awal, sekaligus melahirkan lulusan yang berdaya saing tinggi di kancah nasional maupun global.


Penulis: Anwariah Salsabila