Search

Mahasiswa SPI Unusia, Top 12 Delegasi International Future Leader 2025 di Singapura dan Malaysia

Jakarta — Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia). Rama Aditya Putra, mahasiswa Program Studi Sejarah Peradaban Islam (SPI) semester 3, berhasil terpilih sebagai salah satu dari Top 12 Delegasi International Future Leader (IFL) Batch #5 untuk chapter Singapura–Malaysia yang diselenggarakan oleh Garuda Nusa Foundation.

Rama, mahasiswa asal Banten yang dikenal aktif di bidang kepemudaan, saat ini juga menjabat sebagai Wakil Ketua Ikatan Duta Peduli Sejarah Indonesia 2024–2025. Selain itu, ia pernah meraih beberapa prestasi nasional seperti Duta Peduli Sejarah Indonesia 2024 dan Awardee PBSB Kemenag RI 2024.

“Semua ini menjadi bagian dari perjalanan saya untuk mengabdi melalui pendidikan dan sejarah,” ujar Rama.

Keikutsertaannya dalam program IFL dilandasi semangat untuk menjadi pemimpin muda yang memiliki perspektif global tanpa meninggalkan nilai-nilai lokal dan religius.

“Pemimpin masa depan harus mampu beradaptasi dengan tantangan internasional, berpikir kritis, dan berkolaborasi lintas budaya,” tuturnya. “Program IFL adalah ruang yang tepat untuk memperluas wawasan kepemimpinan dan membawa nama baik Unusia di kancah dunia.”

Informasi program tersebut ia peroleh melalui akun resmi Garuda Nusa Foundation di media sosial. Setelah mempelajari lebih dalam, Rama tertarik karena IFL menawarkan kombinasi antara leadership, global exposure, dan pengalaman lintas negara di dua negara Asia Tenggara.

Proses seleksi yang diikutinya berlangsung cukup ketat dan bertahap, mulai dari penyaringan berkas dan esai motivasi, penilaian video campaign untuk menguji kepemimpinan dan komunikasi, hingga wawancara nasional. Dari ratusan pendaftar, hanya 12 orang yang berhasil lolos sebagai Top Delegates Batch #5.

“Tantangan terbesar bagi saya adalah mengatur waktu antara kuliah, organisasi, dan proses seleksi yang cukup padat,” kenang Rama. “Namun, dengan disiplin, doa orang tua, dan dukungan teman-teman kampus, saya bisa melewatinya dengan baik.”

Program International Future Leader (IFL) Batch #5 mengusung tema “Transforming Youth Leadership for Global Impact”, dengan tujuan membentuk generasi muda yang visioner, berkarakter global, dan berkomitmen terhadap Sustainable Development Goals (SDGs).

Rangkaian kegiatan akan berlangsung di Singapura dan Malaysia, mencakup International Leadership Forum bersama pemimpin muda ASEAN, kunjungan edukatif ke universitas dan lembaga pendidikan, cultural exchange dan volunteer project lintas negara, serta presentation dan networking session yang memberi kesempatan peserta memperkenalkan ide perubahan dari negara masing-masing.

“Tema kali ini menekankan pentingnya kepemimpinan berkelanjutan, kolaborasi, dan inovasi sosial,” jelas Rama. “Kami diharapkan menjadi agen perubahan yang membawa solusi bagi isu-isu global seperti pendidikan, lingkungan, dan kesetaraan sosial.”

Rama mengaku bangga dapat membawa nama Unusia ke level internasional.

“Ini adalah bukti bahwa mahasiswa Unusia mampu bersaing di tingkat dunia,” ujarnya. “Bagi kampus, ini menjadi representasi semangat Nahdlatul Ulama untuk terus melahirkan pemimpin muda berwawasan global dan berakhlak.”

Kepada rekan-rekan mahasiswa Unusia, Rama berpesan agar tidak takut bermimpi besar.

“Gunakan setiap peluang sekecil apa pun untuk berkembang. Kepemimpinan global selalu berawal dari aksi lokal. Dan yang terpenting, jaga integritas, karakter, serta nilai ke-NU-an yang menjadi identitas kita.”

Melalui program ini, Rama berharap dapat mempelajari lebih dalam tentang kepemimpinan lintas budaya dan memperluas jejaring internasional. Setelah program berakhir, ia berencana menginisiasi proyek sosial dan riset kolaboratif bersama alumni IFL dari berbagai negara, khususnya dalam bidang pendidikan dan pelestarian sejarah lokal berbasis digital.

Dengan semangat muda dan komitmen yang kuat, Rama Aditya Putra menjadi contoh nyata mahasiswa Unusia yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga berani melangkah di panggung internasional untuk membawa perubahan positif bagi masyarakat.


Penulis: Anwariah Salsabila