Jakarta — Prestasi membanggakan kembali diraih mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia). Khaerul Akbar, mahasiswa semester 3 Program Studi Teknik Informatika sekaligus penerima Beasiswa Pertamina Foundation 2024, sukses mengantarkan dua tim Purna Paskibra meraih total 10 piala dalam ajang Lahar Api Season 2 – LKBB Variasi Formasi Se-Pulau Jawa (Open) yang diselenggarakan di SMK Laboratorium Indonesia pada 8–9 November 2025.
Mahasiswa asal Ciseeng, Kabupaten Bogor ini mengaku keikutsertaannya berawal dari dorongan pribadi sebagai seorang Purna. Ada kerinduan besar untuk kembali merasakan atmosfer latihan, disiplin, kebersamaan, dan kompetisi di lapangan yang selama ini ia jalani semasa aktif di paskibra.
“Melihat ini ajang Open khusus untuk Purna, saya merasa tertantang. Ada kerinduan untuk kembali merasakan suasana disiplin dan kebersamaan itu. Selain itu, saya melihat ini sebagai kesempatan untuk bersilaturahmi dengan rekan-rekan Purna dari berbagai generasi,” ungkap Khaerul.
Dari motivasi itulah ia kembali terlibat dalam ajang tersebut. Setelah berkoordinasi dengan rekan-rekan Purna lain, Khaerul dan tim sepakat mendaftar dua tim sekaligus, dengan waktu persiapan yang sangat singkat, hanya 10 hari, mulai 30 Oktober hingga 8 November.
Dalam prosesnya, Khaerul dipercaya melatih Tim A, sementara rekannya memegang Tim B. Kedua tim turun dalam seluruh kategori perlombaan dalam satu waktu, sebuah tantangan berat mengingat pesertanya adalah para Purna dengan aktivitas masing-masing.
Prestasi Tim A:
- Juara Utama 3
- Juara PBB Terbaik 3
- Juara Komandan Terbaik 1
- Juara Supporter Terbaik 1
- Juara Barak Terbersih 2
- Juara Best Time 1
Prestasi Tim B:
- Juara Harapan 2
- Juara Komandan Terbaik 2
- Juara Supporter Terbaik 2
- Juara Pelatih Terfavorit 3
Latihan selama 10 hari itu penuh perjuangan: adaptasi aturan PBB terbaru, memahami detail penilaian juri, serta menghafal variasi formasi dalam waktu singkat. Belum lagi kesulitan mengumpulkan anggota karena kesibukan masing-masing.
“Struggle-nya banyak banget, apalagi kami para Purna sudah lama tidak aktif. Tapi dari situ kami dapat banyak ilmu baru dan bisa kumpul lagi,” terangnya.
Meski demikian, seluruh kerja keras terbayar lunas ketika kedua tim berhasil memborong 10 piala.
“Yang paling berkesan tentu bisa membawa pulang 10 piala dari 10 kali pertemuan latihan,” ujar Khaerul.
Khaerul menargetkan dirinya dan tim dapat terus berkembang hingga mampu bersaing di tingkat nasional dan meraih juara utama serta piala bergilir.
Selain itu, sebagai penerima Beasiswa Pertamina Foundation sekaligus konten kreator Sobat Bumi Unusia, ia juga memiliki tanggung jawab untuk mencatatkan prestasi akademik maupun non-akademik.
“Sebagai penerima beasiswa saya memang harus punya prestasi. Saya juga konten kreator Sobat Bumi, jadi ada kewajiban untuk update kegiatan dan prestasi,” jelasnya.
Di akhir, Khaerul menyampaikan pesan khusus untuk mahasiswa Unusia agar berani mencari ruang aktualisasi diri.
“Kenali panggung kalian masing-masing. Tuhan memberi kita bakat berbeda-beda. Akademik itu kewajiban, tapi pengembangan diri juga kebutuhan. Jangan jadi mahasiswa ‘kupu-kupu’. Temukan passion kalian, tekuni, dan bawa nama baik Unusia di setiap langkah kalian,” pesannya.
Prestasi Khaerul membuktikan bahwa mahasiswa Unusia mampu berkontribusi di berbagai bidang—tidak hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai pelatih, penggerak, dan inspirasi bagi lingkungan sekitarnya.
Penulis: Anwariah Salsabila