Bogor – Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) kembali menggelar kegiatan Matrikulasi PBSB 2025 sebagai langkah awal bagi mahasiswa penerima beasiswa dalam mengenal lingkungan akademik kampus. Kegiatan yang berlangsung di Lab Unusia Bogor ini diikuti oleh puluhan mahasiswa PBSB dan akan diselenggarakan selama tiga hari penuh, mulai 26 hingga 28 September 2025.
Kegiatan matrikulasi ini secara resmi dibuka oleh Dr. Amiruddin Kuba, S.Ag., M.A., CWC, selaku Ketua Tim Beasiswa Pendidikan Keagamaan dan Afirmasi. Dalam sambutannya, ia menekankan bahwa matrikulasi bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan pintu masuk penting bagi mahasiswa baru PBSB untuk mengenal lebih dalam dunia kampus serta meneguhkan niat belajar.
“Sebagai mahasiswa, kebutuhan pokok kita adalah belajar akademik. Sedangkan organisasi hanyalah multivitamin, pelengkap yang membuat kita lebih sehat, lebih kuat, dan lebih berwarna. Jangan sampai salah menempatkan prioritas,” tegasnya di hadapan para mahasiswa.
Ia juga mengingatkan bahwa keberadaan PBSB adalah kesempatan berharga yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya. Dengan dibekali empat materi pokok — Kebangsaan, Keaswajaan, Kepesantrenan, dan Islam Nusantara — mahasiswa diharapkan mampu tumbuh sebagai pribadi berilmu sekaligus berkarakter. “Harapan kita sederhana namun besar: anak-anak PBSB bisa ikut mewujudkan cita-cita Indonesia Emas 2045, bukan malah menjadikan Indonesia cemas,” ujarnya penuh semangat.
Lebih jauh, Dr. Amiruddin Kuba menekankan bahwa generasi penerima PBSB harus tampil sebagai teladan, bukan hanya di ruang akademik, tetapi juga di tengah masyarakat. “Kalian adalah representasi wajah pendidikan Islam yang maju dan moderat. Gunakan kesempatan ini untuk mengasah diri, memperluas wawasan, dan memperkuat jati diri,” tambahnya.
Selain arahan pembuka, rangkaian kegiatan matrikulasi juga diisi dengan pembekalan materi dari sejumlah narasumber, seperti Dr. Ahmad Su’adi, MA.Hum (Kebangsaan), Dr. Ginanjar Sya’ban, M.Hum (Keaswajaan), Dr. H. Basnang Said, M.Ag (Kepesantrenan), dan Dr. Al-Ngatawi Zastrouw, M.Si (Islam Nusantara). Tak hanya itu, acara dilanjutkan dengan pentas seni, sharing session, serta inaugurasi mahasiswa pada hari terakhir.
Selama tiga hari pelaksanaan, para mahasiswa tampak antusias mengikuti setiap rangkaian acara, baik akademik maupun non-akademik. Dengan kombinasi pembekalan intelektual, kebangsaan, dan nilai-nilai pesantren, matrikulasi PBSB 2025 menjadi wadah untuk menguatkan identitas mahasiswa.
Kegiatan ini diharapkan bukan hanya menjadi gerbang awal memasuki dunia perguruan tinggi, tetapi juga momentum reflektif untuk menyiapkan generasi muda yang cerdas, berkarakter, dan siap berkontribusi nyata dalam mewujudkan Indonesia Emas 2045.
Penulis: Anwariah Salsabila