Search

Muhamad Riyad: Nahkoda Magister PAI Unusia yang Konsisten Membumikan Islam Moderat

Sosok Muhamad Riyad dikenal sebagai akademisi sekaligus peneliti yang konsisten mendorong pengembangan pendidikan Islam moderat. Kini, ia dipercaya memimpin Program Studi Magister Pendidikan Agama Islam (PAI) Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia), sebuah amanah yang ia jalani dengan visi membangun generasi intelektual muslim yang unggul dan berintegritas.

Perjalanan akademiknya berawal dari lingkungan pesantren. Selama hampir satu dekade, Riyad ditempa di Pondok Pesantren Al-Mubarrok Bogor, sembari menempuh pendidikan formal di MTs dan SMA Tarbiyatul Falah. Setelah itu, ia melanjutkan studi di IAIN Laa Roiba Bogor hingga meraih gelar sarjana dan magister di bidang Pendidikan Agama Islam, lalu menuntaskan doktoralnya dalam Manajemen Pendidikan di Universitas Pakuan Bogor.

Motivasinya berkarier di dunia pendidikan tinggi sederhana namun mendalam: memberikan kontribusi positif bagi dunia pendidikan dan berbagi ilmu dengan generasi penerus. “Kami ingin lulusan Magister PAI Unusia bukan hanya unggul dalam akademik, tetapi juga berakhlak mulia, berintegritas, dan mampu mengamalkan nilai-nilai Aswaja berwawasan kebangsaan,” ujarnya.

Visi yang ia bawa adalah menjadikan Magister PAI Unusia sebagai prodi unggul dan kompeten, dengan fokus pada riset dan pengabdian masyarakat berbasis Islam moderat. Tantangan yang ia hadapi tidak kecil—dari persaingan antarprogram sejenis hingga keterbatasan sumber daya—namun Riyad merespons dengan program unggulan seperti digitalisasi pembelajaran, penguatan riset, serta pengembangan nilai Aswaja yang inklusif.

Jejak karier Riyad juga memperlihatkan kapasitas kepemimpinan yang matang. Ia pernah menjadi guru dan kepala sekolah, lalu dosen di berbagai perguruan tinggi, hingga kini memimpin Magister PAI Unusia. Di luar kampus, kiprahnya terentang luas melalui NU, dari MWCNU Tenjolaya hingga menjadi Wakil Ketua LPTNU Jawa Barat. Ia juga aktif dalam forum internasional, termasuk seminar pendidikan di Singapura, kolaborasi riset Indonesia–Thailand, hingga konferensi pendidikan tinggi Nahdlatul Ulama.

Selain mengajar dan mengelola program studi, Riyad produktif menghasilkan karya akademik. Di antaranya buku Manajemen Pendidikan; Teori dan Aplikasinya di Sekolah serta puluhan riset tentang kepemimpinan transformasional, efektivitas organisasi, inovasi pendidikan, hingga peningkatan mutu sekolah. Karya-karya tersebut memperkuat perannya sebagai peneliti yang serius mengkaji dinamika pendidikan Islam.

Mengidolakan KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) sebagai tokoh panutan, Riyad percaya seorang akademisi harus tampil bukan hanya sebagai pengajar, tetapi juga sebagai leader dan inovator. Itulah yang ia upayakan di Magister PAI Unusia: menghadirkan pendidikan Islam yang cerdas, moderat, dan mampu menjawab kebutuhan masyarakat.

Dengan kombinasi pengalaman akademik, organisasi, dan kontribusi riset, Muhamad Riyad hadir bukan sekadar kepala prodi, tetapi juga motor penggerak dalam mencetak intelektual muslim yang moderat dan visioner.


Penulis: Anwariah Salsabila