Search

Pagar Nusa Unusia Raih Prestasi di Kejuaraan Legend Sport Series Pencak Silat 2025

Bogor – Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Pagar Nusa Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) kembali menorehkan prestasi gemilang di ajang Legend Sport Series Pencak Silat 2025 Tingkat Nasional yang digelar pada 5–7 September 2025 di Gymnasium SV IPB, Kota Bogor.

Kejuaraan Legend Sport Series Pencak Silat 2025 ini merupakan event tingkat nasional yang diikuti oleh berbagai perguruan tinggi dan perguruan silat di Indonesia. Ajang ini mendapat dukungan penuh dari berbagai pihak, termasuk KONI Pusat serta Kementerian Pemuda dan Olahraga RI.

Dalam kejuaraan bergengsi ini, atlet-atlet Pagar Nusa Unusia sukses membawa pulang medali emas, perak, hingga perunggu pada berbagai kategori tanding. Prestasi tersebut sekaligus membuktikan konsistensi Unusia dalam melahirkan mahasiswa berprestasi, baik di bidang akademik maupun non-akademik.

Daftar Peraih Prestasi:

- Dede Ahmad Fauzan – Juara 1 Kategori Tanding Kelas Under A Putra Dewasa.

- Khoirun Anwar – Juara 1 Kategori Tanding Kelas A Putra Dewasa.

- Rendi Imam Saputra – Juara 1 Kategori Tanding Kelas F Putra Dewasa.

- Dwi Nur Aini – Juara 2 Kategori Tanding Kelas A Putri Dewasa.

- Nurul Hidayah Harahap – Juara 3 Kategori Tanding Kelas B Putri Dewasa.

Para atlet ini tampil maksimal di bawah bimbingan dua pelatih, yakni Misbahul Muniruddin, S.Pd. dan Hasan Munadi, S.Pd. Salah satu peraih emas, Dede Ahmad Fauzan, mengaku bangga dan bersyukur bisa mencapai target yang diinginkan.

“Alhamdulillah saya sangat senang dan bangga bisa mendapatkan hasil yang saya inginkan. Terima kasih kepada pelatih, guru, keluarga, dan teman-teman yang selalu mendoakan. Semoga keberhasilan ini jadi semangat juang saya untuk terus berlatih dan berprestasi,” ungkapnya.

Ia juga menceritakan perjuangan menurunkan berat badan dua minggu sebelum pertandingan demi masuk kelas yang diikuti. Senada, Rendi Imam Saputra yang juga menyabet medali emas, menilai pengalaman bertanding kali ini penuh pelajaran.

“Saya merasa sangat senang dan bangga bisa meraih juara. Banyak pengalaman berharga tentang kerja keras, semangat, dan sportivitas. Struggle terbesar adalah membagi waktu antara kuliah dan latihan, tapi dari situ saya belajar disiplin dan tanggung jawab,” jelasnya.

Sementara itu, atlet lain seperti Dwi Nur Aini, Khoirun Anwar, dan Nurul Hidayah Harahap juga menyampaikan rasa syukur dan bangga atas capaian ini. Mereka sepakat bahwa perjuangan menuju pertandingan tidaklah mudah, mulai dari latihan intensif, menjaga kondisi fisik, hingga membagi waktu dengan perkuliahan dan aktivitas lainnya. Namun, semua tantangan itu terbayar dengan pengalaman dan pencapaian berharga di gelanggang.

Pelatih Misbahul Muniruddin menegaskan pentingnya disiplin dalam latihan meski harus menyesuaikan dengan jadwal kuliah para mahasiswa.

"Kami senang melihat anak didik meraih juara, tapi lebih bahagia lagi ketika mereka menang atas diri sendiri. Berlatih tanpa tapi, memulai tanpa nanti, melangkah tanpa dicari. Mimpi besar harus diiringi usaha besar, tapi tetap rendah hati,” ujarnya.

Sementara itu, pelatih Hasan Munadi menekankan bahwa pencak silat bukan sekadar olahraga, tetapi warisan budaya Nusantara yang harus dijaga.

“Melatih anak-anak tentu melelahkan, tetapi kita kembali ke awal bahwa warisan ini harus tetap kita lestarikan di bumi pertiwi. Anak-anak seharusnya berlibur, namun karena tekad kuat mereka untuk mengikuti kejuaraan, mereka rela mengorbankan segalanya. Kami sebagai pelatih tentu sangat senang melihat semangat mereka,” jelasnya.

Ia berharap capaian ini menjadi pijakan untuk prestasi lebih tinggi.

“Harapannya mereka tetap semangat berlatih, meraih banyak lagi medali di kejuaraan nasional lainnya, selalu rendah hati, tidak sombong, dan rajin menabung,” tambahnya.

Kegiatan tersebut juga disahkan dengan tanda tangan pejabat nasional, yaitu Ketua Umum KONI Pusat, Letjen TNI (Purn) Marciano Norman, Wakil Menteri Pemuda dan Olahraga RI, Taufik Hidayat, dan Ketua Legend Sport Series 2025, Reynaldi Edward Adam.

Capaian ini menjadi bukti bahwa mahasiswa Unusia tidak hanya unggul dalam dunia akademik, tetapi juga mampu bersaing di tingkat nasional melalui olahraga pencak silat. Prestasi mereka diharapkan mampu memotivasi mahasiswa lain untuk terus berjuang dan berkontribusi membawa nama baik kampus.


Penulis: Anwariah Salsabila