Search

Pelatihan Peningkatan Kompetensi Guru bersama Mitra PGRI Grogol Petamburan

Dosen Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI), Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia dalam Hibah Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Bima sukses menyelenggarakan Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM). Kegiatan PKM tersebut dihadiri oleh Narasumber yakni yaitu Nana Kristiawan, M.Si selaku Ketua Pengusul serta Dosen PGMI, lalu Dosen Pendidikan Agama Islam (PAI) sebagai Tim PKM UNUSIA Jakarta pada hari Sabtu-Minggu, 13-14 September 2025.

Kegiatan PKM mengambil tema “Pelatihan Kompetensi Guru Berbasis Projek”. Tema tersebut diambil selain sebagai keprihatinan penulis terhadap kurangnya kemampuan guru dalam menyusun perangkat pembelajaran. Hasil observasi awal, menunjukkan beberapa permasalahan antara lain; Pertama, guru belum menguasai kelas. Kedua, guru memiliki kemampuan minim dalam menyusun perangkat pembelajaran. Ketiga, guru belum mampu menguasai materi ajar sesuai dengan bidang keahliannya.

Kegiatan PKM terselenggara dengan Lembaga Mitra PGRI Grogol Petamburan Jakarta Barat serta Humas Yayasan Pendidikan Al-Chasanah. Selain sebagai mitra, PGRI Grogol Petamburan membantu dalam menghimpun peserta pelatihan. Peserta yang hadir dalam kegiatan pelatihan ada 27 peserta pelatihan yang berasal dari SD Negeri dan Swasta di Lingkungan Grogol Petamburan serta Satuan Pendidikan Al Chasanah dari unit KB/TK, SD, SMP, SMA dan SMK.

Sinergitas antar berbagai pihak dalam pelatihan kompetensi guru memiliki tujuan untuk; (1) meningkatkan kemampuan dalam menyusun perangkat pembelajaran; (2) menyusun materi ajar dengan media pembelajaran berbasis IT; (3) guru mampu menerapkan prinsip-prinsip dalam mengelola kelas serta kemampuan dasar mengajar.

Kegiatan pelatihan diawali dengan pembukaan oleh Ketua PGRI Grogol Petamburan. Kemudian, acara dilanjutkan dengan sambutan dari ketua pelaksana Bapak Nana Kristiawan, M.Si. Beliau menjelaskan bahwa pelatihan kompetensi guru sebagai bentuk solusi atas minimnya guru dalam kemampuan mengelola kelas, menyusun perangkat pembelajaran dan kurangnya pemanfaatan IT dalam penyajian materi ajar. Melalui pelatihan ini diharapkan peserta dapat memperoleh pemahaman serta mempraktikkan tentang penyusunan modul ajar, penyajian materi ajar dan materi pengelolaan kelas. 

Selanjutnya, Ketua PGRI Grogol Petamburan menegaskan tentang pentingnya pelatihan kompetensi guru sesuai dengan Peraturan Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 11 Tahun 2025, bahwa guru berkah mendapatkan pelatihan guru dengan baik dan terlindungi. Menurut Prof Surya yang menggagas Undang-undang Guru dan Dosen menyatakan bahwa selain guru memperoleh pelatihan, perlu mendapatkan tunjangan profesi guru melali Pendidikan Profesi Guru. Beliau menambahkan, bahwa “Pelatihan ini diharapkan dapat menjadi bekal bagi guru dalam menyusun perangkat pembelajaran, sehingga terjcapai tujuan pendidikan nasional”, ujarnya.

Pelatihan yang dilaksanakan oleh TIM PKM menjadi sarana dalam memperoleh materi pengelolaan kelas, penyusunan perangkat pembelajaran dan penyajian materi ajar berbasis IT melalui aplikasi Pictory AI dan Gamma.

Workshop dimulai dengan pertanyaan pemantik mengenai pengetahuan peserta tentang pengelolaan kelas. Pak Nana Kristiawan selaku narasumber pertama menjelaskan mengenai konsep dasar pengelolaan kelas, kemudian dilanjutkan dengan tanya jawab mengenai apa saja penataan ruang belajar, dan praktik keterampilan dasar mengajar. 

Pemateri kedua, menjelaskan tentang pentingnya menyusun perangkat pembelajaran (modul ajar). Bu Sri Wahyuni, menyatakan bahwa, “ Mengapa perangkat pembelajaran itu penting bagi guru, karena komponen tersebut sebagai pedoman dalam pembelajaran secara lebih terencana, sistematis dan terkelola serta terpola”, ujarnya. 

Sementara tanggapan dari peserta, perangkat pembelajaran dianggap sebagai kebutuhan dan kewajiban. Selanjutnya, materi dilanjutkan dengan komponen modul ajar, prinsip modul ajar serta penugasan menyusun modul ajar sesuai pendekatan pembelajaran mendalam.

Pemateri ketiga berkaitan dengan pemanfaatan IT dalam penyajian materi ajar. Dalam hal ini, Bu Vika Nurul Mufidah menjelaskan bahwa, “materi pelajaran setiap mata pelajaran itu perlu disajikan secara menarik, ungkapnya”. Oleh karena itu, ia menyajikan tutorial serta diikuti oleh peserta pelatihan dalam menggunakan aplikasi Pictory AI dan Gamma. Peserta tampak antusias dan mengikuti panduan menyajikan materi ajar dengan aplikasi tersebut.

Dari paparan informasi tentang pelatihan kompetensi guru menunjukkan tentang pentingnya kompetensi guru dalam pendidikan. Setiap guru perlu bersiap-siap menghadapi tantangan zaman dengan menggali informasi mengenai kompetensi guru. Hal ini diperlukan untuk menyongsong masa depan guru yang lebih adaptif, kreatif, inovatif dan kolaboratif.

Harapan dari para peserta, tentunya kepada Tim Pengabdian kepada Masyarakat agar dapat menyajikan pelatihan serupa demi peningkatan kualitas guru. Ada pepatah mengatakan, “Jika guru berhenti mengajar, maka sebaiknya guru berhenti mengajar”. Artinya guru ke depan harus terus-menerus belajar tanpa mengenal waktu dan usia. 

Bu Anita selaku perwakilan peserta menyatakan, bahwa “ke depannya semoga pelatihan ini dapat dilanjutkan lagi dengan tema-tema yang relevan dengan kebijakan pemerintah dalam bidang pendidikan”, ujarnya. Tentunya, harapan tersebut akan tercapai jika terjalin hubungan yang harmonis antara pihak mitra dengan para dosen yang menjadi narasumber dalam setiap pelatihan guru. Kami berharap materi pelatihan dapat didiseminasikan kepada guru-guru di sekolah, sehingga Bapak/Ibu guru semuanya dapat meningkatkan mutu pendidikan yang mendalam, bermakna dan menggembirakan.

Oleh: Nana Kristiawan, M.Si