Search

Perpustakaan Unusia Menjadi Tuan Rumah Seminar Nasional, Pelantikan Pengurus, dan Rakernas APPTNU 2026

Jakarta - Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) menjadi tuan rumah Seminar Nasional, Pelantikan Pengurus, dan Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Asosiasi Perpustakaan Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (APPTNU) Tahun 2026 yang mengusung tema “Kolaborasi, Inovasi, dan Transformasi: Membangun Ekosistem Perpustakaan PTNU yang Adaptif di Era Kecerdasan Buatan”, Rabu (17/6/2026) di Gedung PBNU, Jakarta.

Kegiatan yang diselenggarakan APPTNU bekerja sama dengan Perpustakaan Unusia ini mempertemukan pengelola perpustakaan dari berbagai Perguruan Tinggi Nahdlatul Ulama (PTNU) di Indonesia untuk memperkuat kolaborasi, membahas transformasi perpustakaan di era kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI), sekaligus menyusun arah program kerja organisasi untuk periode 2026–2028.

Mewakili Plt Rektor Unusia, Wakil Rektor Bidang Akademik, Riset, dan Pengabdian kepada Masyarakat Unusia, Fatkhu Yasik, menyampaikan bahwa kemajuan perguruan tinggi tidak hanya ditentukan oleh kompetensi masing-masing institusi, tetapi juga oleh kemampuan untuk membangun kolaborasi. Menurutnya, APPTNU menjadi wadah strategis bagi perpustakaan PTNU untuk tumbuh, berkembang, dan saling menguatkan dalam menghadapi tantangan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi.

Kegiatan ini juga diisi dengan keynote speech oleh Ketua Lembaga Pendidikan Tinggi Nahdlatul Ulama (LPTNU), Prof. Dr. Ainun Na’im, yang sekaligus melantik Pengurus APPTNU Masa Khidmat 2026–2028. Dalam pemaparannya, ia menekankan bahwa kualitas perpustakaan merupakan salah satu indikator penting kemajuan perguruan tinggi. Perpustakaan tidak lagi hanya berfungsi sebagai tempat penyimpanan koleksi, tetapi menjadi gerbang akses terhadap jurnal ilmiah, repositori penelitian, skripsi, tesis, disertasi, serta berbagai sumber pengetahuan digital yang mendukung pendidikan dan riset.

Setelah dilantik, Ketua Umum APPTNU Masa Khidmat 2026–2028, Siti Rozinah, menyampaikan komitmennya untuk memperkuat kolaborasi dengan berbagai lembaga di lingkungan Nahdlatul Ulama. Pada periode kepengurusannya, APPTNU akan memberikan perhatian khusus pada program pengabdian kepada masyarakat melalui pendampingan perpustakaan pesantren dan sekolah-sekolah NU sebagai bagian dari upaya memperluas akses literasi dan transformasi keilmuan.

Seminar nasional menghadirkan narasumber Dr. M. Hasan Chabibie, Staf Ahli Bidang Penguatan Ekosistem Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Kemdiktisaintek, serta Mufid, S.Ag., M.Hum., Pembina APPTNU 2026–2028 dan Ketua Umum APPTIS 2024–2028. Keduanya menyoroti pentingnya transformasi perpustakaan perguruan tinggi di tengah pesatnya perkembangan teknologi kecerdasan buatan.

Kegiatan dilanjutkan dengan Rapat Kerja Nasional APPTNU 2026 yang membahas program kerja setiap divisi untuk masa khidmat 2026–2028. Rakernas menjadi forum strategis bagi para pengurus dalam menyusun langkah-langkah organisasi guna memperkuat peran perpustakaan sebagai pusat literasi, riset, dan pengembangan ilmu pengetahuan di lingkungan PTNU.

Melalui kegiatan ini, APPTNU dan Unusia menegaskan pentingnya kolaborasi, inovasi, dan transformasi dalam membangun ekosistem perpustakaan PTNU yang adaptif, berdaya saing, dan tetap berakar pada nilai-nilai keilmuan Nahdlatul Ulama di tengah perkembangan era kecerdasan buatan.