Search

PGMI Unusia Gelar FGD Perdana: Rumuskan Kurikulum OBE Selaras dengan Kebutuhan Lapangan

Bogor – Program Studi Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) sukses menggelar Focus Group Discussion (FGD) perdana dalam rangka pengembangan kurikulum berbasis Outcome-Based Education (OBE). Kegiatan yang mengangkat tema “Pengembangan Kurikulum Berbasis OBE: Menegaskan Pentingnya Link dan Match antara Kurikulum dan Kebutuhan Lapangan” ini berlangsung pada Kamis (28/8), di ruang rapat Laboratorium Unusia Bogor.

Acara dimulai sejak pukul 08.00 WIB hingga 12.30 WIB, dihadiri oleh berbagai pemangku kepentingan yang memiliki kontribusi besar dalam pengembangan kurikulum. Mereka terdiri dari MIN 02 Bogor selaku mitra, MI Nurul Iman Bogor selaku pengguna lulusan, dan alumni PGMI Unusia, mahasiswa, serta seluruh Dosen PGMI Unusia sebagai tim pengembang kurikulum. Kehadiran para stakeholder ini menjadi langkah strategis untuk memastikan kurikulum PGMI relevan dengan dinamika pendidikan dasar berbasis madrasah dan kebutuhan nyata dunia kerja.

Dalam sambutannya, Asna Lutfa, M.PFis. selaku Kaprodi PGMI Unusia menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai pijakan awal dalam memperkuat arah kurikulum:

“Melalui FGD pertama ini, kami berharap dapat menggali saran, masukan dan pandangan dari mitra, pengguna lulusan dan alumni terkait dengan kompetensi guru MI/SD di era sekarang dan yang akan datang, sehingga menjadi rekomendasi yang konstruktif untuk pengembangan kurikulum di PGMI Unusia”.

Dede Setiawan, M.Pd. selaku Dekan FKIP Unusia sangat mendukung pelaksanaan FGD ini. “Review kurikulum ini perlu dilakukan setiap 3 tahun sekali dalam rangka untuk mengevaluasi kurikulum yang telah berjalan dan diperlukan masukan dari stakeholder terkait guna menyelaraskan dengan kebutuhan lapangan”, ungkap beliau dalam sambutannya.

M. Abdurrahman, M.A.Hum, selaku Ketua LPPMI Unusia juga menyampaikan dalam sambutannya bahwa pembaruan kurikulum ini penting dilakukan agar dapat meningkatkan kualitas lulusan PGMI yang sesuai dengan kebutuhan dunia kerja, sehingga pasca kelulusan para alumni dapat segera terserap di dunia kerja yang relevan.

FGD diawali dengan pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya dan Mars Unusia, serta sambutan dari Kaprodi PGMI, Dekan FKIP, dan Ketua LPPMI Unusia. Setelah doa pembuka yang dipimpin oleh Dekan FKIP, Putri Utami Ramadhan, M.Pd., selaku pemantik diskusi memaparkan materi pengantar. Dalam pemaparannya, beliau menyampaikan landasan pengembangan Kurikulum OBE, konsep dasar kurikulum berbasis OBE, dan pentingnya link and match dalam kurikulum berbasis OBE.

Setelah materi pengantar selesai dipaparkan, kegiatan berlanjut dengan sesi diskusi yang dimoderatori oleh Widya Rahmawati Al-Nur, M.Pd.. Sesi ini menjadi ruang diskusi terbuka antara tim pengembang kurikulum dan peserta, membahas kebutuhan kompetensi lulusan, tantangan nyata di lapangan, serta berbagai masukan konstruktif dari mitra, pengguna lulusan, dan alumni. Selanjutnya, acara ditutup dengan rangkuman hasil diskusi, penyerahan cinderamata, dan sesi dokumentasi bersama.

FGD ini berhasil menghimpun berbagai gagasan penting yang akan memperkuat rancangan kurikulum berbasis OBE di PGMI Unusia. Gagasan yang dimaksud berkaitan erat dengan harapan mengenai lulusan PGMI Unusia, antara lain:

- Berkarakter Islami – mampu menanamkan akhlakul karimah, nilai-nilai keislaman, cinta, ketulusan, serta etika pada peserta didik.

- Menguasai keilmuan keagamaan – memiliki pengetahuan dan keterampilan praktik ibadah (fikih, tahsin Al-Qur’an, wudhu, shalat, dll.).

- Profesional dalam pembelajaran – menguasai strategi pembelajaran terkini (PjBL, P5 berbasis kearifan lokal, pembelajaran inklusi, literasi digital, dan koding).

- Inovatif dan adaptif – mampu merancang media pembelajaran berbasis IT, mengimplementasikan teknologi, dan mengikuti perkembangan pendidikan.

- Kompeten dalam pengelolaan kelas dan layanan peserta didik – terampil mengelola kelas, memberikan bimbingan konseling, serta memiliki pengetahuan dasar P3K.

- Kolaboratif – terbuka pada kerja sama dengan sekolah/madrasah melalui workshop atau pelatihan untuk peningkatan kompetensi.

Melalui forum ini, PGMI Unusia menegaskan komitmennya untuk terus meningkatkan mutu lulusan. Proses pembelajaran tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga diarahkan agar sejalan dengan kebutuhan riil di lapangan, sehingga lulusan PGMI benar-benar siap menjadi pendidik profesional di madrasah ibtidaiyah.


Penulis: Anwariah Salsabila