Jakarta – Program Studi Tadris Bahasa Inggris (TBI) Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) menjalani proses Asesmen Lapangan dari LAMDIK (Lembaga Akreditasi Mandiri Kependidikan) pada 16–17 April 2026 di Unusia Jakarta.
Kegiatan ini menghadirkan dua asesor, yakni Suyono, S.Pd., M.A (TESOL), Ph.D sebagai Asesor I dan Dr. Indra Perdana, M.Pd. sebagai Asesor II. Asesmen ini menjadi bagian penting dalam proses akreditasi untuk menilai mutu dan kesiapan Prodi TBI dalam penyelenggaraan pendidikan tinggi.
Rangkaian kegiatan diawali dengan pengenalan program studi serta penyampaian gambaran umum oleh Wakil Rektor, Fatkhu Yasik. Selanjutnya, asesor melakukan pendalaman melalui sesi konfirmasi terkait profil unit pengelola program studi, tata kelola, capaian kinerja, serta rencana pengembangan ke depan.
Proses asesmen juga mencakup verifikasi data kuantitatif serta peninjauan implementasi Sistem Penjaminan Mutu Internal (SPMI), termasuk efektivitas pelaksanaannya di lingkungan program studi. Selain itu, dilakukan pula pendalaman terhadap Laporan Evaluasi Diri (LED) sebagai dokumen utama dalam penilaian akreditasi.
Tidak hanya pada aspek administratif, asesor juga meninjau langsung sarana dan prasarana yang mendukung proses pembelajaran, penelitian, dan pengabdian kepada masyarakat di Prodi TBI. Kegiatan juga berisi diskusi bersama tenaga kependidikan dan dosen, serta observasi praktik mengajar dosen untuk melihat implementasi pembelajaran secara langsung di kelas.
Melalui asesmen lapangan ini, Prodi Tadris Bahasa Inggris Unusia diharapkan dapat menunjukkan kualitas penyelenggaraan pendidikan yang unggul serta komitmen dalam peningkatan mutu secara berkelanjutan.