Search

Riset Dosen Psikologi Unusia Tembus Jurnal Q1 Taylor & Francis, Soroti Kesehatan Seksual di Pedesaan

Jakarta - Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) mengawali tahun 2026 dengan capaian akademik membanggakan. Tim dosen Program Studi Psikologi Unusia berhasil mempublikasikan artikel ilmiah di jurnal internasional bereputasi Q1 terbitan Taylor & Francis, International Journal of Sexual Health.

Artikel berjudul “Exploring Sexual Health and Well-Being in Rural Areas: A Systematic Literature Review with Case Study from Indonesia” ini ditulis oleh Devie Yundianto, Muhammad Khatami, Winda Maharani, Isna Mutmainah, Muhammad Nauval Nawwaf (dosen Psikologi Unusia), bersama kolaborator internasional Michal Vaľko dari Catholic University in Ružomberok, Slovakia. Artikel tersebut resmi terbit secara daring pada 2 Januari 2026.

Publikasi ini menjadi penanda kuat kontribusi Unusia dalam khazanah keilmuan global, sekaligus mempertegas komitmen universitas dalam mengembangkan riset yang relevan dengan persoalan sosial dan kemanusiaan di Indonesia.

Dalam artikelnya, para peneliti menyoroti isu kesehatan dan kesejahteraan seksual di wilayah pedesaan Indonesia yang selama ini kerap luput dari perhatian kebijakan publik. Melalui pendekatan systematic literature review berbasis pedoman PRISMA, penelitian ini mengkaji 28 artikel ilmiah bereputasi yang terbit selama satu dekade terakhir (2015–2025).

Hasil kajian menunjukkan bahwa masyarakat pedesaan menghadapi tantangan kompleks, mulai dari perkawinan usia dini, ketimpangan gender, kekerasan seksual, perilaku seksual berisiko, keterbatasan edukasi kesehatan reproduksi, hingga minimnya akses layanan kesehatan seksual. Kondisi geografis, budaya, ekonomi, dan kebijakan yang belum merata menjadi faktor utama yang memperparah persoalan tersebut.

Penelitian ini menegaskan peran psikologi tidak hanya pada level individu, tetapi juga dalam membaca relasi antara budaya, struktur sosial, kebijakan, dan kesejahteraan manusia. Dengan mengusung konsep sexual well-being, riset ini mendorong pendekatan yang lebih holistik—tidak semata berfokus pada pencegahan penyakit, tetapi juga pada keadilan, martabat, dan kualitas hidup.

Pendekatan ini sejalan dengan nilai-nilai keilmuan dan ke-NU-an yang diusung Unusia, yakni keberpihakan pada kelompok rentan serta upaya menghadirkan ilmu pengetahuan untuk kemaslahatan masyarakat luas, khususnya komunitas pedesaan.

Lebih jauh, artikel ini diharapkan dapat menjadi rujukan akademik bagi pembuat kebijakan, tenaga kesehatan, pendidik, serta organisasi masyarakat sipil dalam merancang intervensi dan kebijakan kesehatan seksual yang lebih adil, kontekstual, dan inklusif.

Penulis menekankan pentingnya integrasi antara kebijakan, edukasi, layanan kesehatan, dan pendekatan budaya agar upaya peningkatan kesehatan seksual di Indonesia—terutama di wilayah rural—tidak berhenti pada tataran normatif, tetapi berdampak nyata.

Keberhasilan publikasi di jurnal Q1 ini sekaligus memperkuat posisi Unusia dalam peta riset internasional. Kolaborasi lintas negara menunjukkan bahwa dosen Unusia aktif terlibat dalam diskursus global dan mampu menghadirkan perspektif Indonesia dalam isu-isu kemanusiaan universal.

Capaian ini menjadi pembuka tahun yang optimistis bagi Unusia dalam menumbuhkan budaya riset, mendorong kolaborasi internasional, serta memperluas kontribusi akademik yang berdampak bagi masyarakat nasional maupun global.

Link akses journal: https://www.tandfonline.com/doi/full/10.1080/19317611.2025.2604836


Penulis: Anwariah Salsabila