Search

Tanya Marlo Goes to Campus, Edukasi Mahasiswa tentang Pencegahan IMS dan Kesehatan Reproduksi

Jakarta – Program Studi Psikologi Fakultas Ilmu Sosial Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) bekerja sama dengan Yayasan Kasih Suwitno menggelar kegiatan Tanya Marlo Goes to Campus bertajuk Smart Choices, Healthy Future: Pencegahan IMS melalui Pengambilan Keputusan Seksual yang Bertanggung Jawab di Aula Lantai 4 Unusia, Jumat (26/6/2026).

Kegiatan ini menghadirkan Esty Arista Sari, M.Psi., Psikolog, dr. Christine Natalina Eliysabeth, dan Andri F. Bobby sebagai narasumber untuk memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, mengenali perilaku berisiko, serta membangun kemampuan mengambil keputusan yang sehat dan bertanggung jawab.

Dalam pemaparannya, Esty Arista Sari menjelaskan bahwa masa remaja dan usia mahasiswa merupakan fase yang rentan terhadap berbagai perilaku berisiko. Oleh karena itu, mahasiswa perlu memiliki kontrol diri, meningkatkan literasi kesehatan reproduksi, serta berani menolak tekanan lingkungan yang dapat mengarah pada keputusan yang merugikan. Ia juga mengajak peserta untuk menetapkan tujuan hidup, memilih lingkungan pergaulan yang positif, dan tidak ragu mencari bantuan kepada tenaga kesehatan maupun konselor ketika menghadapi persoalan terkait kesehatan reproduksi.

Sementara itu, dr. Christine Natalina Eliysabeth menjelaskan bahwa kesehatan reproduksi mencakup kesejahteraan fisik, mental, dan sosial. Ia memaparkan berbagai aktivitas yang dapat meningkatkan risiko Infeksi Menular Seksual (IMS), seperti kurangnya pengetahuan, mengabaikan gejala, hubungan seksual yang tidak aman, berganti pasangan seksual, serta penyalahgunaan alkohol dan narkoba. Menurutnya, perilaku tersebut dapat berdampak pada kesehatan fisik, mental, hingga kehidupan sosial seseorang.

Dalam kesempatan tersebut, peserta juga memperoleh pemahaman mengenai hubungan antara IMS dan HIV, proses penularan, diagnosis, pengobatan HIV melalui terapi antiretroviral (ARV), hingga berbagai mitos yang masih berkembang di masyarakat. dr. Christine menegaskan bahwa pencegahan dapat dilakukan melalui peningkatan literasi kesehatan, pemeriksaan kesehatan secara berkala, menghindari zat adiktif, serta menerapkan prinsip pencegahan ABCD (Abstinence, Be Faithful/Behavior Change, Counseling/Circumcision/Condom, dan Do Not Use Drugs).

Melalui kegiatan ini, Prodi Psikologi Unusia bersama Yayasan Kasih Suwitno berharap mahasiswa semakin sadar akan pentingnya menjaga kesehatan reproduksi, mampu mengambil keputusan yang bertanggung jawab, serta memiliki bekal pengetahuan yang cukup untuk melindungi diri dari berbagai risiko Infeksi Menular Seksual demi mewujudkan masa depan yang lebih sehat dan berkualitas.