Jakarta – Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) kembali berprestasi dengan keberhasilan tiga dosennya meraih Hibah BIMA Tahun 2025 dari Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendikti Saintek). Prestasi ini menjadi bukti nyata bahwa dedikasi, riset berkualitas, dan semangat mengabdi dalam dunia akademik tidak pernah sia-sia.
Devie Yundianto, M.Psi, dari Fakultas Ilmu Sosial, Program Studi Psikologi, melakukan penelitian berjudul “Dibalik Keputusan Perceraian: Pengaruh tipe kekerasan domestik terhadap distres psikologis dan faktor-faktor yang membuat wanita meninggalkan suami abusif.” Penelitian ini memberikan wawasan penting mengenai dampak kekerasan dalam rumah tangga serta faktor-faktor yang memengaruhi keputusan wanita meninggalkan suami abusif.
Syahadah Albaqiyatul Karimah, M.Pd, dari Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan, Program Studi Tadris Bahasa Inggris, mengangkat penelitian berjudul “Properti Psikometrik Skala Classroom English Proficiency (CEP) bagi Pengajar Bahasa Inggris di Indonesia.” Penelitian ini fokus pada pengembangan instrumen yang valid dan andal untuk mengukur kemampuan mengajar bahasa Inggris, yang sangat penting dalam meningkatkan kualitas pendidikan bahasa asing di Indonesia.
Ircham Ali, M.Kom, dari Fakultas Teknik dan Ilmu Komputer, Program Studi Teknik Informatika, membawa inovasi lewat penelitian “Pengembangan Sistem Fertigasi Cerdas Berbasis Internet of Things (IoT) pada Tanaman Jeruk dengan Pupuk Organik Cair dari Limbah Kulit Jeruk.” Penelitian ini menggabungkan teknologi IoT dan konsep pertanian berkelanjutan untuk meningkatkan efisiensi budidaya tanaman sekaligus memanfaatkan limbah organik secara optimal.
Keberhasilan ketiga dosen ini semakin memperkuat posisi Unusia sebagai perguruan tinggi yang konsisten menghasilkan riset berkualitas dan memberikan kontribusi nyata bagi kemajuan ilmu pengetahuan, pendidikan, serta teknologi di Indonesia. Hibah BIMA 2025 ini menjadi bukti kerja keras dan komitmen tinggi dalam mengembangkan ilmu yang berdampak positif bagi masyarakat luas.
Penulis: Anwariah Salsabila