Search

Tim Peneliti Telusuri Warisan Kitab Pegon Ulama Sunda di Pesantren Nurul Fata Sukabumi

Sukabumi – Tim Peneliti proyek riset "Jawi-Pegon Cosmopolis: Menelusuri Jalur Kitab Kuning sebagai Identitas Peradaban Khas Islam Nusantara di Dunia Internasional" melaksanakan penelitian lapangan di Pesantren Nurul Fataa, Cikondang, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, pada 25–27 Juni 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari implementasi penelitian yang didukung melalui program MORA The AIR Fund, hasil kolaborasi Kementerian Agama Republik Indonesia dan Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPDP).

Tim peneliti yang terdiri atas Fariz Alnizar, A. Ginanjar Syaban, dan Alanuari melakukan penelusuran langsung terhadap koleksi kitab dan naskah warisan ulama Sunda yang selama ini tersimpan di lingkungan pesantren. Penelitian lapangan ini bertujuan untuk memperkaya data mengenai Jalur Kitab Kuning, khususnya tradisi intelektual Islam di Tatar Sunda yang berkembang melalui penggunaan aksara Pegon pada masa kolonial Belanda, terutama pada awal abad ke-20.

Selama kegiatan berlangsung, tim peneliti berkesempatan bertemu dan berdiskusi dengan KH. Enden Ahmad Muhibbuddin, pengasuh Pesantren Nurul Fata sekaligus pemilik dan penjaga koleksi naskah warisan ulama Sunda. Pertemuan tersebut menjadi momentum penting untuk mendokumentasikan sejarah koleksi, menelusuri asal-usul kitab, serta memperoleh informasi mengenai jaringan transmisi keilmuan yang menghubungkan para ulama Sunda dengan pesantren-pesantren lain di Jawa maupun pusat-pusat studi Islam di Timur Tengah.

Dalam penelitian ini, tim berhasil mengidentifikasi sejumlah karya ulama Sunda yang dicetak menggunakan aksara Pegon. Koleksi tersebut menunjukkan bahwa tradisi literasi Islam di wilayah Sunda memiliki perkembangan yang sangat dinamis. Kitab-kitab tersebut tidak hanya menjadi media pembelajaran di lingkungan pesantren, tetapi juga menjadi sarana penyebaran ilmu keislaman kepada masyarakat melalui penggunaan bahasa Sunda yang ditulis dengan aksara Arab Pegon. Temuan ini memperlihatkan bagaimana para ulama lokal melakukan proses adaptasi bahasa dan aksara untuk menjadikan ilmu-ilmu keislaman lebih mudah dipahami oleh masyarakat setempat.

Selain mengidentifikasi karya-karya tersebut, tim juga mendokumentasikan berbagai informasi bibliografis, antara lain judul kitab, nama pengarang, percetakan, tahun penerbitan, kondisi fisik koleksi, serta karakteristik penggunaan aksara Pegon. Data ini akan menjadi bagian penting dalam penyusunan katalog beranotasi Jalur Kitab Kuning, salah satu luaran utama penelitian. Di samping itu, dokumentasi lapangan juga diarahkan untuk mendukung penyusunan peta jaringan intelektual ulama Sunda, persebaran percetakan kitab, serta pengembangan basis data manuskrip dan kitab cetak Pegon di Indonesia.

Menurut tim peneliti, keberadaan koleksi di Pesantren Nurul Fata memperlihatkan bahwa tradisi Pegon bukan sekadar media penulisan, melainkan bagian dari ekosistem intelektual Islam Nusantara yang memiliki hubungan erat dengan jaringan pesantren, percetakan kitab, dan transmisi ilmu lintas generasi. Koleksi-koleksi tersebut menjadi bukti bahwa ulama Sunda memiliki kontribusi yang signifikan dalam membangun tradisi keilmuan Islam melalui penulisan, penerjemahan, dan pengajaran kitab-kitab keagamaan dalam bahasa lokal.

Penelitian lapangan ini juga menjadi bagian dari upaya yang lebih luas untuk mengangkat Jawi-Pegon Cosmopolis sebagai salah satu identitas peradaban Islam Nusantara. Melalui pemetaan kitab, manuskrip, jaringan ulama, dan pusat-pusat produksi pengetahuan, penelitian ini berupaya menunjukkan bahwa Indonesia memiliki warisan intelektual yang tidak hanya bernilai bagi sejarah nasional, tetapi juga memiliki signifikansi dalam sejarah Islam dunia. Tradisi Jawi dan Pegon memperlihatkan bagaimana masyarakat Muslim di Asia Tenggara membangun ruang intelektual yang terhubung dengan Makkah, Madinah, Kairo, Hadramaut, dan berbagai pusat pembelajaran Islam lainnya, sekaligus mengembangkan karakter lokal yang khas.

Hasil penelitian di Pesantren Nurul Fata akan diintegrasikan dengan temuan dari berbagai lokasi penelitian lainnya dalam rangka menyusun peta komprehensif Jalur Kitab Kuning di Indonesia. Luaran penelitian ini mencakup artikel ilmiah internasional, katalog beranotasi, infografis jaringan intelektual, policy brief, serta model implementasi berupa pameran Jalur Kitab Kuning. Dengan demikian, penelitian ini diharapkan tidak hanya memperkaya khazanah akademik mengenai sejarah intelektual Islam Nusantara, tetapi juga mendorong pelestarian warisan kitab Pegon sebagai bagian dari identitas budaya dan peradaban Indonesia yang memiliki nilai strategis di tingkat internasional.