Jakarta — Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) menggelar sesi Best Practice bertema “Penyusunan Kurikulum dengan OBE (Outcome Based Education)”, bertempat di Ruang Rapat Lantai 2 BPP Unusia (12/9).
Kegiatan ini menghadirkan dua narasumber berpengalaman, yakni Asna Lutfa, M.PFis dan Muhammad Arwani, M.T, yang memberikan penguatan konsep serta strategi implementasi OBE dalam kurikulum pendidikan tinggi.
Dalam paparannya, Asna Lutfa, M.PFis menekankan bahwa OBE merupakan pendekatan kurikulum yang menitikberatkan pada kemampuan nyata yang harus dimiliki lulusan. Fokus utama OBE bukan lagi pada apa yang diajarkan, tetapi pada apa yang dapat dilakukan mahasiswa setelah menyelesaikan program studi.
Mengacu pada panduan nasional dan literatur internasional, Asna menjelaskan empat prinsip utama OBE—clarity of focus, design down, high expectations, dan expanded opportunities. Ia juga menyoroti pentingnya constructive alignment antara capaian pembelajaran (CPL), strategi pembelajaran, dan penilaian.
“OBE menuntut setiap prodi untuk merancang kurikulum yang terukur, selaras, dan terus diperbarui melalui mekanisme Continuous Quality Improvement (CQI). Semua elemen—mulai dari perumusan CPL, penyusunan CPMK, hingga teknik penilaian—harus saling mendukung untuk memastikan mutu lulusan,” jelasnya.
Sementara itu, Muhammad Arwani, M.T memaparkan pentingnya asesmen terintegrasi berbasis OBE. Sistem ini tidak lagi hanya menampilkan huruf mutu seperti A, B, atau C, tetapi memberikan gambaran detail mengenai capaian mahasiswa berdasarkan indikator CPL.
Pendekatan ini memungkinkan evaluasi yang lebih transparan dan akurat, karena setiap mahasiswa dinilai melalui penguasaan pengetahuan, keterampilan, dan sikap secara terpadu. Menurutnya, model asesmen ini membantu kampus memetakan kualitas lulusan sekaligus memastikan relevansi kompetensi dengan kebutuhan dunia kerja.
“Dengan asesmen berbasis OBE, kita dapat melihat performa mahasiswa secara menyeluruh, bukan hanya angka atau nilai mentah. Ini mendukung upaya mencetak lulusan yang benar-benar siap berkontribusi,” tegas Arwani.
Kegiatan dihadiri oleh para pimpinan fakultas, pengelola program studi, dan tim pengembang kurikulum. Seluruh peserta terlibat aktif dalam sesi diskusi dan refleksi terkait tantangan implementasi OBE di lingkungan Unusia.
Melalui kegiatan Best Practice ini, Unusia menegaskan komitmennya untuk terus mengembangkan kurikulum yang relevan, adaptif, dan berorientasi hasil. Implementasi OBE menjadi salah satu strategi penting dalam menciptakan pembelajaran yang lebih bermakna, serta menghasilkan lulusan yang kompeten dan berdampak bagi masyarakat.
Penulis: Anwariah Salsabila