Jakarta — Fakultas Islam Nusantara (FIN) Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) telah menyelenggarakan workshop penulisan buku Nahdlatul Ulama dalam Arus Pergeseran Peradaban Ahlussunnah wal Jamaah Jilid 2 (1952–1984) dan Jilid 3 (1984–2025). Kegiatan ini berlangsung pada 30 April hingga 1 Mei 2026 di Hotel Mercure Jakarta Cikini, sebagai bagian dari penguatan historiografi Nahdlatul Ulama (NU).
Workshop ini merupakan hasil kerja sama antara FIN Unusia dan Direktorat Sejarah dan Permuseuman Kementerian Kebudayaan Republik Indonesia, serta melibatkan sejumlah akademisi dan peneliti dari berbagai daerah. Di antaranya Prof. Dr. Agus Mulyana, Dr. Ahmad Su’adi, Dr. Fariz Alnizar, dan Dr. Ginanjar Sya’ban yang mengisi sesi diskusi dan pemaparan.
Kegiatan ini melanjutkan penulisan buku Jilid 1 yang sebelumnya mengulas peran NU dalam konteks perjuangan kemerdekaan. Pada Jilid 2 dan 3, kajian diperluas ke periode pasca-kemerdekaan hingga era kontemporer, mencakup dinamika politik, sosial, dan intelektual NU.
Upaya ini didorong oleh kebutuhan menghadirkan narasi sejarah yang lebih berimbang. Selama ini, historiografi Indonesia dinilai belum sepenuhnya memberi ruang proporsional bagi peran ulama, pesantren, dan tradisi keilmuan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).
Dalam pembahasannya, Jilid 2 menyoroti fase keterlibatan NU dalam politik dan relasi kekuasaan pada 1952–1984. Sementara Jilid 3 mengulas transformasi NU sejak kembali ke Khittah 1926 hingga perannya dalam masyarakat sipil, demokrasi, dan wacana global Islam.
Melalui workshop ini, Unusia menargetkan lahirnya karya akademik yang komprehensif sebagai rujukan dalam studi Islam Nusantara dan sejarah Indonesia, sekaligus memperkuat kontribusi NU dalam lanskap historiografi nasional.