Jakarta - Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) Jakarta menggelar Focus Group Discussion (FGD) bertema “Peta Keahlian Baru Dunia Kerja dan Implikasinya terhadap Kurikulum Perguruan Tinggi” pada Kamis, 29 Januari 2026. Kegiatan ini berlangsung di Aula Jakoeb Oetama Lantai 4 Unusia Jakarta dan dimulai pukul 10.00 WIB hingga selesai.
FGD ini menghadirkan Nurhadi Irbath sebagai narasumber utama. Kegiatan tersebut dihadiri oleh para wakil rektor serta jajaran dosen Unusia sebagai bagian dari upaya institusi dalam merespons dinamika kebutuhan dunia kerja yang terus berkembang.
Dalam pemaparannya, narasumber menekankan bahwa kebutuhan keterampilan industri mengalami perubahan signifikan seiring perkembangan teknologi, digitalisasi, dan tuntutan keberlanjutan global. Berdasarkan berbagai laporan global, termasuk Future of Jobs Report World Economic Forum, keterampilan seperti leadership, analytical thinking, creative thinking, resilience, serta penguasaan AI dan big data diproyeksikan menjadi kompetensi inti di masa depan. Selain itu, green skills dan kesadaran keberlanjutan juga semakin dibutuhkan oleh industri lintas sektor.
Lebih lanjut, dipaparkan pula hasil pemetaan kebutuhan industri terhadap berbagai program studi, termasuk rekomendasi mata kuliah umum yang dinilai relevan untuk menjembatani kesenjangan antara kompetensi lulusan dan kebutuhan dunia kerja. Mata kuliah seperti Professional Digital Literacy, Social Entrepreneurship, Sustainable Accounting & Finance, hingga Advanced Data Analytics dinilai penting untuk memperkuat kesiapan lulusan menghadapi tantangan industri berbasis digital dan berkelanjutan.
Selain itu, narasumber juga memaparkan hasil asesmen potensi dan kesiapan karier mahasiswa, yang menunjukkan bahwa aspek leadership, teamwork, dan work ethic menjadi kekuatan utama mahasiswa. Namun demikian, kemampuan kognitif seperti analytical thinking, critical thinking, dan problem solving masih perlu diperkuat melalui pembelajaran berbasis kasus, proyek riil industri, serta program magang terstruktur.
Setelah sesi pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi yang melibatkan para wakil rektor dan dosen. Diskusi berlangsung dinamis dengan beragam pandangan, masukan, dan gagasan strategis terkait pengembangan kurikulum adaptif, penguatan profil lulusan, serta integrasi kebutuhan industri ke dalam proses pembelajaran.
Melalui FGD ini, Unusia menegaskan komitmennya untuk terus menyelaraskan kurikulum pendidikan tinggi dengan peta keahlian baru dunia kerja, sekaligus menyiapkan lulusan yang adaptif, berdaya saing, dan relevan dengan tantangan masa depan.
Penulis: Anwariah Salsabila