Jakarta — Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia) menerima kunjungan dari Taiwan Indonesia Technology and ESG Association dalam rangka penjajakan kerja sama internasional pada Jumat di Ruang BPP Unusia (10/4).
Kunjungan ini menjadi inisiatif dari pihak asosiasi yang ingin membuka peluang kolaborasi dengan Unusia, khususnya dalam pengembangan program bagi mahasiswa. Pertemuan tersebut dihadiri oleh Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan, Alumni, dan Hubungan Masyarakat, Fariz Alnizar; Dekan Fakultas Islam Nusantara, Ahmad Suaedy; serta Sekretaris Program Studi Doktoral Sejarah Peradaban Islam, Hasan Basri.
Dalam diskusi yang berlangsung, pihak asosiasi menyampaikan rencana kerja sama yang mencakup penyediaan program internship serta pelatihan bahasa Mandarin bagi mahasiswa Unusia. Program ini diharapkan dapat memberikan pengalaman internasional sekaligus meningkatkan kesiapan lulusan dalam menghadapi dunia kerja global.
Perwakilan asosiasi, Fred Kuo, menyampaikan bahwa kerja sama ini merupakan bagian dari upaya memperluas jejaring kolaborasi dengan institusi pendidikan di Indonesia. Ia juga menekankan pentingnya penguasaan bahasa Mandarin sebagai salah satu kompetensi pendukung dalam menjalin kerja sama dengan mitra dari Taiwan dan kawasan Asia Timur.
Menanggapi hal tersebut, Ahmad Suaedy menilai bahwa kerja sama ini dapat menjadi langkah strategis khususnya dalam memahami dinamika global yang semakin berkembang.
Pertemuan yang berlangsung di Ruang BPP Unusia ini diakhiri dengan kesepahaman awal untuk menindaklanjuti pembahasan ke tahap yang lebih konkret, termasuk penyusunan draft Nota Kesepahaman (MoU) sebagai dasar kerja sama resmi antara kedua pihak.
Ke depan, kolaborasi ini diharapkan dapat berkembang tidak hanya pada program magang dan pelatihan bahasa, tetapi juga mencakup riset bersama, pertukaran pelajar, serta kegiatan akademik lainnya yang mendukung internasionalisasi Unusia.