Jakarta — Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (UNUSIA) mendapat kehormatan untuk menerima rombongan tamu dari Kedutaan Singapura yg berjumlah 48 orang. Mereka adalah pejabat senior Kedutaan Besar Singapura untuk Indonesia yang tergabung dalam program 32nd Senior Management Programme (SMP) yang tertarik untuk lebih jauh mengetahui tentang NU dan UNUSIA, dalam agenda diskusi internasional penting melalui acara bertajuk "Enhancing and Widening the Spirit of Islam Nusantara" yang berlangsung di Aula Jacoeb Oetomo Kampus UNUSIA.
Acara dibuka dengan sambutan dari Dr. Fira Mubayyinah selaku Wakil Rektor Bidang Perencanaan, Administrasi Umum, Keuangan, dan Sumber Daya Manusia Unusia, serta Matthew Lim Kai-Yi, Second Secretary (Political) Kedutaan Besar Republik Singapura di Jakarta, yang mewakili Duta Besar Singapura. Sesi utama acara kemudian dilanjutkan dengan sharing session yang dimoderatori oleh Mohammad Hasan Basri. Dalam kesempatan tersebut, Dr. Ahmad Suaedy, Dekan Fakultas Islam Nusantara (FIN) Unusia, memberikan presentasi bertajuk Nahdlatul Ulama (NU): Historical Roots and Vision for the 21st Century.
Dalam paparannya, Ahmad Suaedy mengulas sejarah panjang NU mulai dari era Walisongo, masa kolonial, perjuangan kemerdekaan, hingga peran strategis NU dalam membangun peradaban Islam Nusantara di era kontemporer. Ia memaparkan data-data penting, termasuk hasil survei tahun 2024 yang menunjukkan bahwa 57,6 persen umat Islam di Indonesia merupakan warga NU. Ia juga menguraikan perkembangan pesantren dan lembaga pendidikan di bawah naungan NU yang kini mencakup lebih dari 42.000 pesantren dan sekitar 290 perguruan tinggi, 35 di antaranya dikelola langsung oleh PBNU.
Ahmad Suaedy juga menyoroti kekhasan NU dalam membangun sintesis Islam dan kebudayaan lokal yang melahirkan tradisi moderat dan toleran. Hal ini menjadi landasan kuat dalam merawat nilai-nilai kebangsaan dan mencegah ekstremisme, sebagaimana terlihat dari tidak adanya keterlibatan warga NU dalam gerakan terorisme selama dua dekade terakhir.
Dalam bagian akhir presentasinya, Ahmad Suaedy memperkenalkan Unusia dan menyampaikan beberapa peluang kerja sama dengan pihak Singapura, yang disambut dengan antusias. Empat bentuk kerja sama yang ditawarkan mencakup riset bersama, program pertukaran mahasiswa, magang di institusi Singapura, serta penyelenggaraan KKN internasional.
Para pejabat dari Singapura menunjukkan ketertarikan yang besar terhadap topik sejarah NU, isu hubungan antaragama, pemberdayaan perempuan, hingga perubahan iklim. Diskusi berlangsung hangat dan penuh antusiasme, membuka jalan menuju kolaborasi strategis antara Unusia dan institusi-institusi pendidikan maupun pemerintahan di Singapura. Sesi ini ditutup dengan foto bersama antara seluruh peserta dan pimpinan Unusia sebagai penanda semangat kolaboratif dan silaturahmi yang terjalin erat.
Sebagai perguruan tinggi yang berpijak pada nilai-nilai Islam Nusantara dan semangat kebangsaan, UNUSIA terus berkomitmen untuk memperluas jejaring kolaborasi internasional, memperkuat kualitas akademik, serta mendorong kontribusi aktif dalam menjawab tantangan global melalui pendidikan, riset, dan pengabdian masyarakat.
Penulis: Anwariah Salsabila