Search

Widya Rahmawati: Perempuan Mutu Akademik dan Peran Strategis di Unusia

Perempuan memiliki peran penting dalam menjaga dan mengawal mutu pendidikan tinggi. Di Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia), peran tersebut salah satunya dijalankan oleh Widya Rahmawati Al-Nur, dosen PGMI yang kini mengemban amanah sebagai Sekretaris Lembaga Pengawasan dan Penjaminan Mutu Internal (LPPMI). Melalui ketelatenan, konsistensi, dan semangat belajar, Widya menjadi representasi perempuan akademisi yang berdaya dan berkontribusi nyata bagi kemajuan institusi.

Lahir di Cilacap, Widya menyelesaikan pendidikan sarjana dan magister di bidang Pendidikan Guru Madrasah Ibtidaiyah (PGMI) di Purwokerto. Ia bergabung sebagai dosen tetap PGMI Unusia sejak Februari 2020 dan pada tahun yang sama dipercaya masuk ke LPPMI. Kepercayaan tersebut menjadi titik awal keterlibatannya secara aktif dalam pengelolaan mutu akademik kampus.

Di LPPMI, Widya terlibat dalam berbagai proses strategis, mulai dari pembukaan dan penutupan program studi, pendampingan akreditasi, hingga monitoring dan evaluasi pembelajaran. Ia juga berperan dalam penguatan sistem penjaminan mutu berbasis LMS dan pengelolaan timeline monev yang lebih terukur. Menurutnya, tugas tersebut bukan sekadar administratif, melainkan bagian dari ikhtiar kolektif untuk mendorong Unusia terus bertumbuh.

“Unusia adalah rumah. Ketika diberi amanah di bidang mutu, maka sudah sepatutnya saya melakukan yang terbaik agar rumah ini semakin baik dan layak ditinggali,” ungkapnya.

Widya menilai perempuan memiliki kekuatan tersendiri dalam dunia penjaminan mutu. Ketekunan, keuletan, dan kemampuan menjaga konsistensi pekerjaan menjadi modal penting. Ia juga melihat fakta bahwa banyak pelatihan dan forum penjaminan mutu diisi oleh perempuan, yang menunjukkan besarnya kontribusi perempuan dalam menjaga kualitas pendidikan tinggi.

Meski menjalani peran profesional sebagai dosen dan pengelola mutu, Widya tetap menyadari tantangan yang dihadapi perempuan, terutama dalam menjaga keseimbangan antara pekerjaan, keluarga, dan diri sendiri. Baginya, kunci utama adalah kesadaran mengatur kapasitas, menjaga kesehatan mental, serta dukungan keluarga dan lingkungan kerja.

Prinsip yang ia pegang dalam bekerja adalah semangat belajar dan semangat bekerja. Di tengah kesibukan menjalankan tugas kelembagaan dan Tri Dharma Perguruan Tinggi, Widya juga tengah mempersiapkan rencana studi lanjut ke jenjang doktoral. Ia memandang pengembangan diri sebagai bagian dari tanggung jawab profesional perempuan akademisi.

Pesan Widya bagi perempuan muda yang sedang membangun karier sederhana namun penuh makna: "menuliskan rencana hidup dengan sadar, lalu menjalaninya dengan konsisten dan tanggung jawab". Sebuah pesan tentang perempuan yang berdaya, terarah, dan berkontribusi.

Ke depan, Widya berharap Unusia dapat meraih predikat unggul dan semakin diperhitungkan sebagai universitas NU di tingkat nasional. Ia juga berharap semakin banyak perempuan yang berani mengambil peran strategis di perguruan tinggi, tanpa harus kehilangan identitas dan peran personalnya.