Search

Zhulfan Ramadhan, Mahasiswa Unusia dengan Dua Prestasi Nasional

Jakarta — Mahasiswa Universitas Nahdlatul Ulama Indonesia (Unusia), Muhamad Zhulfan Ramadhan, kembali menorehkan prestasi membanggakan di tingkat nasional. Mahasiswa semester enam Program Studi Pendidikan Agama Islam ini terpilih sebagai Duta Inspirasi Indonesia Batch 17, mewakili Provinsi Jambi, dalam program kepemudaan yang diinisiasi oleh Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia.

Program Duta Inspirasi Indonesia merupakan platform pemberdayaan pemuda yang membina pemuda dari 38 provinsi di Indonesia. Program ini bertujuan menyiapkan generasi emas Indonesia 2045 melalui berbagai pelatihan dan kontribusi nyata di bidang sosial, pendidikan, dan digital.

Zhulfan mengaku proses seleksi yang ia jalani sangat ketat dan menantang. “Tahapan awal seleksi administrasi cukup kompleks, mulai dari pengisian profil, tujuan, hingga unggahan berkas seperti pakta integritas dan program kontribusi. Lalu lanjut ke wawancara dan Forum Group Discussion (LGD) bersama peserta dari seluruh Indonesia,” ujarnya.

Meski awalnya mendaftar dari Provinsi Jawa Barat, Zhulfan akhirnya dipercaya mewakili Provinsi Jambi. “Alhamdulillah, saya dinyatakan lolos menjadi bagian dari Duta Inspirasi Indonesia. Ini bukan hanya tentang prestasi, tapi tentang keberanian untuk melangkah dan menginspirasi,” tambahnya.

Melalui program Duta Inspirasi ini, Zhulfan akan menjalankan proyek kampanye bertajuk “Suarakan Ceritamu”, sebuah gerakan digital untuk menampilkan wajah-wajah inspiratif generasi muda Indonesia. Ia juga berencana membuat seminar dan edukasi ke sekolah-sekolah sebagai bentuk kontribusi nyata.

“Saya ingin menginspirasi lebih banyak orang, tidak hanya lewat media sosial, tapi juga melalui kegiatan langsung yang berdampak” ungkapnya.

Tak hanya itu, Zhulfan juga terpilih sebagai salah satu dari 180 delegasi nasional dalam ajang Festival Pelajar Unggulan Conference, sebuah forum pembelajaran dan diskusi nasional yang bekerja sama dengan Duta Inspirasi Indonesia dan Kemenpora RI.

Dalam program ini, para peserta mendalami materi seputar penemuan passion, penyusunan CV, hingga sesi Forum Group Discussion untuk mengasah kemampuan berpikir kritis secara kolektif. “Saya tahu program ini dari media sosial. Seleksinya cukup menantang, mulai dari studi kasus, seleksi berkas, hingga tes psikologi. Bahkan saya harus berangkat pagi-pagi dari Bogor ke Jakarta demi ikut tahap akhir,” ungkap Zhulfan.

Selain aktif di perkuliahan, Zhulfan juga terlibat dalam berbagai organisasi kampus seperti BEM dan PMII. Ia dikenal sebagai pribadi kreatif yang mencintai dunia video editing dan meraih Juara 2 Lomba Video Edukatif di Politeknik Negeri Semarang (2024), mempresentasikan jurnal di konferensi internasional.

Dan pernah menerbitkan jurnal di SINTA 4 bersama dosen Unusia dengan judul "Optimalisasi Peran Pendidik dalam Pendidikan melalui Integrasi Potensi Qalb dan Aql". Ia juga pernah mengikuti International Short Course bersama mahasiswa dari UIN Jakarta dan Amerika Serikat.

Di akhir wawancara, Zhulfan berpesan kepada rekan-rekannya sesama mahasiswa agar tidak ragu untuk mencoba hal baru. “Teruslah berproses mulai dari hal kecil. Percayalah pada kemampuan diri sendiri. Kampus juga perlu menjadi ruang yang nyaman untuk mendukung pengembangan potensi mahasiswa.”

Ia pun menyampaikan harapan besarnya, “Semoga ke depannya saya bisa lebih banyak lagi memenangkan lomba, agar dapat terus membawa nama kampus Unusia ke tingkat yang lebih tinggi.”

Ini adalah bukti nyata bahwa mahasiswa Unusia mampu berkancah di tingkat nasional dan terus mengukir prestasi. Semangat ini perlu terus dijaga agar lebih banyak lagi lahir pemuda inspiratif dari kampus hijau Unusia.


Penulis: Anwariah Salsabila